Bunda PAUD Makassar Ajak Pengurus Jadi Penggerak Utama Pendidikan Anak Usia Dini
📅 Rabu, 11 Jun 2025, 20:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara Foto
Bunda PAUD Kota Makassar Melinda Aksa mengajak seluruh pengurus untuk menjadi motor penggerak pendidikan anak usia dini di Kota Makassar Sulawesi Selatan.
"Pendidikan anak usia dini harus menjadi prioritas lintas sektor agar seluruh anak mendapat layanan yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan sejak usia dini," ujarnya di Makassar, Rabu.
Melinda dalam Rapat Kerja (Raker) Pokja Bunda PAUD Kota Makassar mengatakan pendidikan anak usia dini harus menjadi prioritas bersama.
Menurutnya, masa kanak-kanak adalah fondasi dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan kepribadian generasi penerus.
“Raker ini bukan sekadar agenda tahunan, tapi ruang menyamakan persepsi dan menyatukan langkah agar program yang dilahirkan benar-benar berdampak,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengungkapkan, jumlah anak usia dini di Makassar diperkirakan mencapai 150 hingga 190 ribu jiwa. Dengan populasi sebesar itu, layanan PAUD harus terstruktur dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Sebagai kota besar, Makassar menghadapi tantangan kompleks. Di sinilah pentingnya peran Pokja Bunda PAUD dalam memastikan semua anak mendapat layanan pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sejak dini,” tambahnya.
Melinda juga menyoroti perlunya integrasi antar-sektor pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, hingga penguatan peran keluarga. Menurutnya, pendekatan lintas sektor lebih efektif dalam menjawab kebutuhan anak secara menyeluruh.
“Program ke depan harus relevan, inovatif, dan sesuai kebutuhan masyarakat, termasuk mendorong pencegahan stunting serta memastikan tumbuh kembang anak secara optimal,” terangnya.
Ia berharap Pokja Bunda PAUD menjadi motor penggerak lahirnya kebijakan dan program kerja yang berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga PAUD, kader posyandu, dan masyarakat luas juga dinilainya sangat penting.
“Saya ingin Pokja ini aktif, responsif, dan terus belajar serta berinovasi. Kualitas layanan PAUD bukan hanya soal sarana, tapi juga soal kepedulian dan sentuhan hati,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Andi Bukti Djufrie menegaskan, pengembangan layanan PAUD harus sejalan dengan visi Makassar yang unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan.
Menurutnya, kata unggul berarti peningkatan kompetensi pendidik, kurikulum yang mutakhir, dan lingkungan belajar yang kondusif. Sementara inklusif menekankan pemerataan akses pendidikan tanpa diskriminasi.
“Aspek aman berarti melindungi anak dari kekerasan dan menciptakan lingkungan ramah anak. Sementara ‘berkelanjutan’ mengacu pada kesinambungan program lintas periode,” ucapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!