Jepang Lanjutkan Komitmen Pembangunan MRT Jakarta, Fokus Jalur Timur–Barat dan Kawasan Sekitar Stasiun

Selasa, 10 Jun 2025, 13:30 WIB

JAKARTA - Jepang terus menunjukkan peran penting dalam pengembangan infrastruktur transportasi di Indonesia, khususnya melalui proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. Kerja sama yang telah berjalan selama beberapa tahun ini dinilai sangat berhasil, terutama dengan beroperasinya jalur MRT pertama dari Lebak Bulus ke Bundaran HI.

Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masaki Yasushi, menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya kini tengah melanjutkan pembangunan perpanjangan jalur MRT ke arah utara, dari Bundaran HI menuju Kampung Bandan. Selain itu, Jepang juga telah menyepakati pembangunan jalur MRT dari timur ke barat, yakni dari Cikarang menuju Balaraja.

Ket. Foto: MRT Lebak Bulus - Bundaran HI — Sumber: Koran Jakarta / Paundra Zakirulloh

Proyek MRT lintas timur-barat ini diperkirakan akan memakan waktu beberapa tahun hingga selesai. Meski demikian, Jepang tetap optimistis bahwa proyek ini akan memberikan banyak manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan kota Jakarta. “MRT Jakarta adalah kisah sukses kerja sama Jepang-Indonesia. Saat ini kami tengah membangun perpanjangan ke arah utara (Kota), dan telah menyepakati pembangunan jalur timur-barat,” ujar Masaki Yasushi.

Tidak hanya membangun jalur transportasi massal, proyek MRT juga dikombinasikan dengan kerja sama dalam pengembangan kawasan di sekitar stasiun MRT yang tersebar di Jakarta. Pihak Jepang menilai, keberadaan infrastruktur ini sangat vital untuk mengatasi masalah kemacetan dan polusi udara yang kian meningkat di ibu kota.

Masaki menambahkan bahwa Jepang tidak hanya berbicara soal jalur MRT semata, tetapi juga bagaimana keberadaan MRT bisa memicu perkembangan kawasan sekitarnya. Di Jepang sendiri, banyak kota tumbuh dan berkembang di sekitar jaringan MRT, dan hal tersebut bisa menjadi inspirasi bagi kota-kota lain di Indonesia untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di titik-titik tertentu.

“MRT jelas perlu dikembangkan di wilayah lain di luar Jakarta,” tegas Masaki Yasushi.

Ia menekankan bahwa konsep pembangunan terintegrasi antara transportasi dan tata kota sudah terbukti efektif di Jepang dan bisa diterapkan di Indonesia. 

“Kita tidak hanya bicara soal jalur MRT, tapi juga bagaimana MRT bisa mengembangkan wilayah di sekitarnya. Di Jepang, banyak kota berkembang di sekitar stasiun MRT. Ini bisa dicontoh oleh Indonesia untuk mengurangi kepadatan di satu titik,” tambahnya.

Dengan kelanjutan proyek dan komitmen Jepang yang kuat, masa depan transportasi publik di Indonesia diharapkan semakin maju. Kerja sama ini tidak hanya mencerminkan hubungan diplomatik yang erat, tetapi juga menunjukkan kepedulian Jepang terhadap solusi jangka panjang atas masalah urbanisasi yang dihadapi Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.