Ancaman Kesehatan Ojol: Apa Saja Risiko Pengemudi Ojek Online di Jalanan?
Selasa, 10 Jun 2025, 16:10 WIBWONOSOBO â Profesi pengemudi ojek online (ojol) telah menjadi tulang punggung ekonomi digital di Indonesia, tetapi tuntutan pekerjaan seringkali memaksa mereka mengabaikan kesehatan. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Bhayangkara, Polres Wonosobo berinisiatif menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi para pengemudi ojol.
Kasi Dokkes Polres Wonosobo, Bripka Mufaik, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud kepedulian terhadap pekerja informal yang kerap mengabaikan kesehatan karena tuntutan pekerjaan. "Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian Polres terhadap pekerja sektor informal seperti pengemudi ojek online yang sering mengabaikan kesehatan karena tuntutan pekerjaan," ujar Bripka Mufaik di Wonosobo, Selasa (10/6/2025).
Pemeriksaan kesehatan gratis ini berlangsung di Klinik Dokkes Polres Wonosobo, Jalan Bhayangkara Nomor 18, Wonosobo, mulai 10 hingga 16 Juni 2025. Di hari pertama, puluhan pengemudi ojol tampak antusias memanfaatkan layanan yang dibuka sejak pagi hingga pendaftaran ditutup pukul 14.00 WIB. Tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Wonosobo, dipimpin oleh dr. Muhammad Fuad dan drg. Riska Dara Puspita, melakukan pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah dan evaluasi umum kondisi kesehatan, termasuk konsultasi gigi dan mulut jika ada keluhan.
"Di hari pertama ini, antusiasme peserta cukup tinggi. Kami ingin mendorong kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan, terutama bagi mereka yang setiap hari berada di jalanan," kata Bripka Mufaik. Layanan ini bersifat preventif dan edukatif, dengan target ratusan pengemudi terlayani selama sepekan pelaksanaan.
Dr. Aria Pradana, seorang spesialis kesehatan kerja dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, menjelaskan bahwa pengemudi ojol menghadapi kombinasi risiko fisik dan mental. "Secara fisik, mereka terpapar polusi udara, kebisingan, dan risiko kecelakaan lalu lintas yang tinggi. Posisi duduk statis dalam waktu lama juga memicu masalah tulang belakang, sendi, dan pegal-pegal. Belum lagi, pola makan tidak teratur dan kurang istirahat," papar Dr. Aria kepada Koran Jakarta. Ia menambahkan, secara mental, tekanan target, persaingan ketat, dan interaksi dengan berbagai karakter pelanggan juga bisa menyebabkan stres dan kelelahan mental.
Selanjutnya, Bapak Agung Prasetyo, Ketua Asosiasi Driver Online (ADO) Wonosobo, menyoroti faktor gaya hidup. "Banyak teman-teman ojol yang mengabaikan sarapan, memilih makan seadanya di jalan, dan kurang minum air putih karena ingin mengejar target order. Mereka juga seringkali kurang tidur karena harus bekerja sampai larut malam atau dini hari," ungkap Agung. Ia berharap program pemeriksaan kesehatan seperti yang dilakukan Polres Wonosobo dapat terus digalakkan dan diperluas, serta ada edukasi berkelanjutan tentang pentingnya menjaga pola hidup sehat di tengah tuntutan pekerjaan yang tinggi.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pengemudi ojol, sebagai garda terdepan layanan digital, membutuhkan perhatian lebih terhadap kesehatan mereka. Upaya preventif dan edukatif harus terus digalakkan agar mereka bisa bekerja dengan optimal tanpa mengorbankan kualitas hidup.
- Cek Kesehatan
- Pengemudi Ojol
- Polres Wonosobo
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Yuniar Dwi Setiawati
Berita Terkait:
-
Pemeriksaan dokter spesialis keliling
-
Rakyat Serang Harus Paham Aturan Sebelum Menjadi Pekerja di Luar Negeri
-
Aksi donor darah dan cek kesehatan HUT TNI AU
-
Polda Jateng Cek Kesehatan Bhabinkamtibmas sebelum Lacak Penderita TB
-
Harga Emas di Pegadaian Jumat Pagi: UBS Rp3,096 Juta/Gr dan Galeri24 Rp3,080 Juta/Gr
-
Desa Adat Ratenggaro, Sang Penjaga Gerbang Zaman
-
Tak Perlu Khawatir, Operasi Hernia Anak Kini Lebih Minim Sayatan dengan Laparoskopi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.