Pochettino Tegaskan Tak Realistis Kembali ke Spurs, Fokus Pimpin AS ke Piala Dunia 2026

Minggu, 08 Jun 2025, 14:15 WIB

JAKARTA - Pelatih tim nasional Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, menepis spekulasi soal kemungkinan kembali ke kursi manajer Tottenham Hotspur, menyusul pemecatan Ange Postecoglou. Menurutnya, isu tersebut tidak realistis saat ini mengingat komitmennya bersama timnas AS untuk menghadapi Piala Dunia 2026.

Tottenham memecat Postecoglou pada Jumat lalu, hanya 16 hari setelah pelatih asal Australia itu membawa klub meraih trofi besar pertama dalam 17 tahun lewat kemenangan 1-0 atas Manchester United di final Liga Europa. Meski meraih gelar, performa Spurs di Liga Primer Inggris terpuruk. Mereka menutup musim dengan 22 kekalahan dan finis nyaris di zona degradasi — musim terburuk klub dalam hampir setengah abad.

Ket. Foto: Pelatih kepala Amerika Serikat Mauricio Pochettino berbicara kepada media setelah kekalahan mereka atas Panama dalam pertandingan semifinal Liga Bangsa-Bangsa Concacaf di Stadion SoFi. — Sumber: Reuters

Nama Pochettino, yang sempat membesut Spurs dari 2014 hingga 2019, kembali mencuat di antara kandidat pengganti. Pelatih asal Argentina ini pernah membawa Tottenham mencapai final Liga Champions 2019 dan konsisten finis empat besar dalam empat musim berturut-turut. Namun, ia memilih bersikap realistis saat menanggapi rumor tersebut.

“Setelah saya pergi pada tahun 2019, setiap kali posisi manajer di Tottenham kosong, nama saya selalu masuk daftar,” ujar Pochettino usai timnya dikalahkan 2-1 oleh Turki dalam laga persahabatan di Connecticut, Sabtu (8/6).

Ia menambahkan, “Jika Anda melihat rumor yang beredar, ada sekitar 100 pelatih yang dikaitkan dengan Spurs. Saya rasa, tidak perlu terlalu mengkhawatirkan itu.”

Saat ini, Spurs sedang mencari manajer penuh waktu kelima dalam enam tahun terakhir. Beberapa nama yang disebut dalam bursa calon pelatih antara lain Thomas Frank (Brentford), Oliver Glasner (Crystal Palace), dan Marco Silva (Fulham).

Pochettino, yang terakhir melatih Chelsea sebelum berpisah pada Mei tahun lalu, saat ini memegang tanggung jawab besar sebagai pelatih kepala Amerika Serikat. Ia ditunjuk pada September dengan kontrak dua tahun dan ditugaskan mempersiapkan tim menghadapi Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di AS, Kanada, dan Meksiko.

“Jika sesuatu benar-benar terjadi, Anda akan mengetahuinya. Tapi saya rasa saat ini, itu tidak nyata. Tidak realistis,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa hubungannya dengan Tottenham tetap emosional, sama seperti hubungannya dengan klub masa mudanya, Newell's Old Boys dan Espanyol. “Kita membicarakannya karena itu klub saya. Tapi sekarang, lihat di mana saya berada, di mana kami berada.”

Timnas Amerika Serikat kini tengah berusaha menghentikan tren negatif setelah menelan tiga kekalahan beruntun. Mereka dijadwalkan menghadapi Swiss di laga persahabatan berikutnya di Nashville, Tennessee, pada Selasa mendatang, sebagai bagian dari persiapan menuju turnamen besar di rumah sendiri.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.