Fenomena Langit Hujan Meteor dan 'Strawberry Moon' Bisa Dinikmati Sepanjang Juni Ini

Minggu, 08 Jun 2025, 18:30 WIB

JAKARTA - Langit Juni 2025 akan dipenuhi sejumlah fenomena menarik seperti hujan meteor dan purnama. Beberapa bisa dilihat dengan mata telanjang, sisanya perlu alat bantu seperti teropong atau teleskop.

Sebelum mengamati langit, pastikan cuaca cerah dan jauh dari polusi cahaya.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Dikutip dari berbagai sumber, berikut daftar fenomena langit sepanjang Juni ini.

  • Strawberry Moon – 11 Juni

Bulan purnama Juni dikenal dengan nama Strawberry Moon. Meski namanya demikian, warna Bulan tidak akan berubah menjadi merah.

Nama ini dipopulerkan oleh Farmers' Almanac dari tradisi Pribumi Amerika Utara.

Tradisi itu mengaitkan purnama dengan panen stroberi liar di musim tersebut.

Julukan lain di Eropa untuk purnama Juni adalah Mead Moon atau Bulan Madu.

Menurut NASA, hal ini terkait panen madu dan asal mula istilah bulan madu modern.

  • Solstis Juni – 21 Juni

Solstis terjadi pada 21 Juni dan menandai awal musim panas di belahan Bumi utara.

Fenomena ini terjadi saat Matahari mencapai titik terjauh di utara ekuator langit.

Solstis membuat Matahari berdiri 71 derajat di atas ufuk selatan. Akibatnya, durasi siang akan sangat panjang, mencapai 15 jam 17 menit.

Fenomena ini rutin terjadi dua kali dalam setahun, yakni pada Juni dan Desember.

Solstis juga jadi penanda pergantian musim di negara-negara subtropis dan berlintang tinggi.

  • Hujan Meteor Bootids – 27 Juni

Hujan meteor Bootids aktif dari 22 Juni hingga 2 Juli, dengan puncaknya tanggal 27.

Titik radian meteor ini berada di rasi Bootes dan tampak terbaik setelah senja.

Dari Jakarta, meteor bisa disaksikan sejak senja hingga pukul 02.00 dini hari. Puncak terbaik diperkirakan sekitar pukul 20.00 WIB tanggal 27 Juni.

  • Konjungsi Mars dan Bulan – 30 Juni

Bulan sabit membesar dan Mars akan tampak berdekatan di langit malam. Jarak keduanya hanya sekitar 1°16', menciptakan pemandangan menarik.

Fenomena earthshine juga mungkin terlihat di sisi gelap Bulan. Cahaya Bumi ini membuat sisi tak terkena sinar Matahari tampak samar bercahaya. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.