Danantara Indonesia Dilaporkan Jajaki Investasi Minoritas di GoTo, Redam Kekhawatiran Dominasi Grab

Jumat, 06 Jun 2025, 14:55 WIB

JAKARTA - Dana kekayaan negara yang baru dibentuk, Danantara Indonesia, dilaporkan tengah menjajaki langkah awal untuk mengakuisisi saham minoritas di GoTo, perusahaan teknologi besar Indonesia yang juga merupakan pesaing utama Grab dalam layanan transportasi daring dan pengiriman makanan. Informasi ini disampaikan oleh Bloomberg News pada Jumat (6/6/2025), mengutip sumber-sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut.

Langkah Danantara ini dinilai sebagai strategi mitigasi kekhawatiran pemerintah Indonesia terkait potensi dominasi Grab terhadap salah satu aset teknologi strategis nasional. Grab, yang berkantor pusat di Singapura dan telah terdaftar di bursa saham AS, dilaporkan menjajaki kesepakatan merger dengan GoTo sejak beberapa waktu lalu.

Ket. Foto: Tanda untuk dana kekayaan negara Indonesia Danantara terlihat di depan kantor pusatnya di Jakarta, Indonesia — Sumber: Reuters

Menurut laporan Bloomberg, Danantara sedang mempertimbangkan investasi sebagai pemegang saham minoritas di entitas gabungan bila kesepakatan Grab-GoTo benar-benar terjadi. Hal ini bisa memperkuat kontrol domestik terhadap industri teknologi penting, sekaligus menyeimbangkan pengaruh asing dalam sektor digital Indonesia.

Sebelumnya, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) telah memulai kajian terhadap risiko persaingan yang mungkin timbul dari rencana konsolidasi kedua raksasa teknologi tersebut. Meski pembicaraan merger belum secara resmi diumumkan, laporan menyebutkan bahwa Grab menargetkan finalisasi kesepakatan pada kuartal kedua tahun ini, dengan potensi penilaian GoTo sebesar $7 miliar.

Meski demikian, proses negosiasi disebut mengalami perlambatan akibat potensi hambatan regulasi yang semakin mencuat. Struktur kesepakatan disebut telah mengalami kemajuan, namun pembahasan lebih lanjut kini berjalan lebih hati-hati, mempertimbangkan sensitivitas terhadap pasar dan otoritas pemerintah Indonesia.

Danantara Indonesia sendiri baru diluncurkan pada Februari 2025 dengan mandat sebagai entitas investasi strategis nasional, mirip seperti Temasek milik Singapura. Selain investasi di sektor teknologi, Danantara juga dirancang untuk membiayai proyek-proyek nasional mulai dari pemrosesan logam hingga kecerdasan buatan. Perusahaan ini juga akan memegang saham pemerintah di berbagai BUMN sebagai bagian dari portofolionya.

Hingga saat ini, GoTo dan Grab belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan merger maupun pembicaraan dengan Danantara. Sementara itu, pihak Danantara Indonesia juga belum memberikan tanggapan langsung atas permintaan konfirmasi dari media.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.