BMKG Ingatkan Risiko Cuaca Ekstrem akibat Munculnya Bibit Siklon Tropis
Senin, 03 Agu 2026, 15:20 WIBJAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi, kemunculan Bibit Siklon Tropis 94W di wilayah Laut Filipina. Sistem atmosfer Bibit Siklon Tropis 94W tersebut, diperkirakan meningkatkan potensi hujan lebat di sejumlah daerah di Indonesia.
Berdasarkan pemantauan BMKG, Bibit Siklon Tropis 94W memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 25 knot. Yakni, dengan tekanan udara minimum mencapai 1006 hektopascal (hPa).
Pergerakannya Bibit Siklon Tropis 94W tersebut, mengarah ke barat-barat laut sambil memengaruhi kondisi atmosfer di kawasan Indonesia. BMKG menjelaskan, bahwa Bibit Siklon Tropis 94W membentuk daerah konvergensi dan konfluensi.
Kondisi tersebut, BMKG menjelaskan, mendukung pertumbuhan awan hujan secara signifikan sehingga meningkatkan peluang terjadinya hujan berintensitas tinggi. Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
"Bibit Siklon Tropis 94W bergerak ke arah barat-barat laut dan membentuk daerah konvergensi serta konfluensi. Meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan secara signifikan," kata Prakirawan BMKG, Henokhavita, dalam keterangannya pada Senin (3/8).
Selain dipengaruhi bibit siklon, BMKG juga mendeteksi, terbentuknya daerah perlambatan kecepatan angin atau konvergensi di sejumlah kawasan Indonesia. Fenomena tersebut menjadi salah satu pemicu meningkatnya pembentukan awan hujan.
Zona konvergensi membentang dari pesisir barat Aceh hingga Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Laut Jawa bagian barat. Kondisi serupa, terpantau di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Maluku Utara, hingga Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah.
BMKG memprakirakan hujan disertai petir berpotensi terjadi di Kota Padang dan Pontianak. Sementara itu, Bengkulu diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang.
Hujan ringan berpeluang mengguyur Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Bandar Lampung, Serang, Semarang, dan Tanjung Selor. Adapun Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Palembang, serta Banjarmasin diprediksi didominasi cuaca berawan hingga berawan tebal.
BMKG mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem. Langkah antisipasi, dinilai penting untuk meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Masyarakat juga diimbau terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi dari BMKG. Informasi terbaru diperlukan agar aktivitas sehari-hari dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca yang terus berubah. ils/I-1
- Bibit siklon
- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
AS Tangguhkan Sanksi Minyak Iran, Teheran Izinkan Inspektur Nuklir PBB Kembali
-
BEI Berpeluang Punya Tiga Nakhoda Baru: Kemenkeu, BI, dan Danantara
-
Samsat Keliling Hari Ini Buka di 14 Wilayah Jadetabek, Catat Dokumen yang Harus Dibawa!
-
Kegiatan MPLS Harus Bebas Perundungan
-
Menperin Minta Industri Serius Laporkan Data Lewat SIINas Demi Kebijakan Tepat Sasaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.