Prabowo operasikan mesin corn combine harvester saat panen raya jagung
📅 Kamis, 05 Jun 2025, 14:35 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/Fathur Rochman
Bengkayang -- Presiden RI Prabowo Subianto melakukan panen jagung dengan mengoperasikan mesin panen corn combine harvester dalam acara Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2025 di Lanud Harry Hadisoemantri, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis.
Berdasarkan pantauan ANTARA, Prabowo tampak menaiki alat mesin tersebut didampingi oleh seorang operator. Di belakangnya, turut serta Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Prabowo mengoperasikan alat tersebut sejauh sekitar 100 meter. Ratusan warga tampak antusias menyaksikan momen tersebut dari sekitar area panen. Mereka berteriak dan bertepuk tangan saat Kepala Negara mengoperasikan alat berat itu.
Selain panen jagung, Presiden juga melepas ekspor perdana 1.200 ton jagung seharga Rp5.900,00 per kilogram menuju Sarawak, Malaysia.
"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis, 5 Juni 2025, saya berangkatkan ekspor perdana jagung sebanyak 1.200 ton ke Malaysia," ucap Prabowo.
Sebaiknya Anda baca juga:
Prabowo juga meresmikan gudang dan dryer jagung PT Pangan Merah Putih di Kalimantan Barat
Fasilitas gudang dan pabrik dryer jagung tersebut berlokasi di Jalan Bukit Tinggi, Kelurahan Sebalo, Kecamatan Bengkayang. Gudang ini memiliki kapasitas tampung hingga 5.000 ton dengan kemampuan pengeringan hingga 300 ton per hari.
Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi pusat distribusi jagung lokal, sekaligus memperkuat hilirisasi komoditas dan meningkatkan nilai ekonomi sektor pertanian Kalimantan Barat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain meresmikan PT Pangan Merah Putih, Presiden juga meresmikan peletakan batu pertama (ground breaking) 18 gudang Polri di 12 polda. Fasilitas ini akan digunakan sebagai pusat penampungan hasil produksi jagung nasional.
Dalam pidatonya, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia sebelumnya masih mengimpor jagung sekitar 500.000 ton.
Namun, Presiden menargetkan pada tahun 2026 Indonesia tidak akan lagi melakukan impor jagung, bahkan bisa mulai mengekspor.
Presiden mengapresiasi jaminan dari Mentan dan Kapolri yang menyatakan bahwa target tersebut dapat tercapai.
"Saya diberi jaminan oleh dua tokoh Indonesia yang hebat, Menteri Pertanian dan Kapolri menjamin pada tahun 2026 Indonesia tidak impor lagi jagung," kata Prabowo.
Presiden juga menyampaikan apresiasinya atas hasil riset dan uji coba produk turunan jagung yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian dan koperasi yang dibina Polri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!