• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Menguak Misteri Tangisan S...

Menguak Misteri Tangisan Sapi di Hari Kurban: Bukan Karena Takut Mati, Tapi Ada Makna Menyentuh Hati?

Rabu, 04 Jun 2025, 11:15 WIB

JAKARTA - Iduladha tentunya menjadi momen sakral nan penuh makna bagi umat Islam. Takbir berkumandang, umat bersiap menunaikan ibadah kurban.

Di tengah suasana haru ini, sering terlihat pemandangan yang membuat hati pilu saat seekor sapi tampak mengeluarkan air mata sebelum disembelih.

Ket. Foto: Ilustrasi sapi kurban Iduladha 2025 — Sumber: Freepik

Banyak yang mengira hewan itu menangis karena sadar akan kematiannya. Tapi apakah benar sapi memiliki kesadaran akan ajalnya seperti layaknya manusia?

Air Mata yang Menggugah, Bukan Simbol Kesedihan

Setiap tahun, media sosial diramaikan dengan video sapi yang terlihat menangis jelang penyembelihan. Publik kerap mengaitkan itu dengan rasa takut atau kesedihan. Namun, secara ilmiah, air mata tersebut bukanlah bentuk ekspresi emosi.

Sapi, seperti manusia, memiliki kelenjar air mata yang berfungsi menjaga mata tetap lembap dan bebas dari iritasi. 

Dalam banyak kasus, tetesan air mata lebih disebabkan faktor fisik seperti stres ringan, suhu panas, atau kelelahan selama proses kurban berlangsung.

Faktor Alamiah yang Sering Disalahartikan

Proses menjelang penyembelihan seperti saat sapi dibaringkan ke satu sisi dapat merangsang keluarnya air mata sebagai refleks tubuh, bukan respon emosional. Walau demikian, ekspresi itu tetap membangkitkan simpati dan menyentuh sisi kemanusiaan kita.

Pandangan Islam: Kurban dengan Cinta, Bukan dengan Luka

Islam mengajarkan hewan tidak memiliki kesadaran akan kematian. Mereka tidak paham arti kurban atau takdir hidup mereka. 

Namun, syariat sangat menekankan pentingnya memperlakukan hewan dengan kasih sayang dan menghindari penderitaan.

Penyembelihan harus dilakukan dengan cara paling baik, tanpa menimbulkan rasa sakit atau ketakutan yang berlebihan pada hewan.

Empati: Pesan Tersirat dari Air Mata Kurban

Walaupun air mata sapi bukan simbol kesedihan, tapi ini tetap menjadi pengingat. Dalam ibadah yang penuh keagungan ini, ada makhluk hidup yang dikorbankan. 

Air mata sapi bukan suara penderitaan mereka, tapi refleksi nurani kita, sejauh mana kita masih memiliki kelembutan hati?

Jadi, saat melihat sapi menangis di hari raya kurban, jangan langsung menganggapnya sebagai tangisan kesedihan. 

Justru, itu jadi cara alam membangunkan empati kita agar ibadah tak hanya sah di mata agama, tapi juga tulus dari hati.

  • Sapi Kurban
  • Air Mata Sapi Kurban
  • Iduladha
  • Iduladha 2025

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.