Danantara Jangan Asal Gandeng Mitra, Periksa Afiliasinya Dulu!
Rabu, 04 Jun 2025, 00:00 WIBJAKARTA -Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) perlu mencermati kedalaman afiliasi perusahaan yang akan diajak kerja sama. Mencermati kedalaman afiliasi bukan sekadar soal administratif, melainkan bagian dari manajemen risiko strategis sehingga nantinya membantu Danantara membangun kerja sama yang sehat, setara, dan berkelanjutan.
Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menilai Danantara Indonesia perlu segera menyusun Investment Policy and Strategy (IPS) sehingga dalam mengambil keputusan menjalin kerja sama terdapat guidance (panduan) yang telah ditetapkan.
âSaya memandang jenis dan kedalaman afiliasi perlu dicermati sebelum memutuskan, jangan terlalu loose (longgar) juga jangan terlalu kaku,â ujar Wijayanto saat dihubungi di Jakarta, Selasa (3/6).
Di sisi lain, dia mengatakan Danantara Indonesia perlu terbuka menjalin kerja sama dengan siapapun, asalkan memberikan manfaat dan sesuai dengan nilai-nilai yang dipegang.
Terkait wacana kerja sama dengan perusahaan investasi global yaitu BlackRock, menurut dia, terdapat manfaat finansial dan strategis yang bisa diambil dalam kerja sama itu.
âBagus- bagus saja, Temasek dan Sovereign Wealth Fund (SWF) lain juga banyak yang berinvestasi dan berkolaborasi dengan Blackrock. Ada manfaat finansial dan strategis yang bisa diambil,â ujar Wijayanto.
Dengan berinvestasi dengan BlackRock, menurut dia, Danantara Indonesia bisa chip in dalam investasi mereka, meminjam jaringan mereka, serta bisa mengajak mereka berinvestasi di Indonesia.
âAkses mereka yang sangat ekstensive di berbagai pengambil kebijakan di berbagai negara, juga merupakan hal yang menguntungkan,â ujar Wijayanto.
Sebelumnya, CEO Danantara Rosan Roeslani telah bertemu dengan para Senior Managing Director BlackRock yaitu Adebayo Ogunlesi, Rajeev Rao, dan Charles Hatami pada Selasa (13/05) di New York, Amerika Serikat (AS).
Jajaki Kerja Sama
Rosan menyampaikan Danantara Indonesia dan BlackRock menjajaki kemitraan strategis untuk mendorong investasi berkelanjutan, sebagaimana dikutip dari postingan Instagram @rosanroeslani.
Kemitraan itu mencerminkan sinergi antara prioritas pembangunan Indonesia dan kekuatan global BlackRock dalam pengelolaan aset, pembiayaan transisi energi, serta infrastruktur digital.
Di sisi lain, Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid menyoroti langkah Danantara Indonesia yang menjajaki investasi dengan BlackRock yang dinilainya memiliki afiliasi dengan Israel.
Pihaknya mendukung upaya Danantara Indonesia dalam menjalin kerja sama strategis, termasuk dengan investor asing, namun, setiap langkah investasi harus berpijak pada nilai-nilai Pancasila, konstitusi dan komitmen terhadap kemanusiaan.
Terkait rencana kerja sama dengan BlackRock, Ia meminta Danantara Indonesia melakukan evaluasi menyeluruh atas latar belakang dan portofolio investasinya, khususnya terkait keterlibatan dalam pendanaan perusahaan yang berafiliasi dengan industri militer Israel yang terlibat dalam agresi militer di Gaza.
- Danantara
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Trump Mobile T1 Handphone Keluaran Perusahaan Presiden AS, Ini Spesifikasi dan Harganya!
-
Gubernur Jambi Rogoh Kocek Pribadi Selamatkan Korban 'Online Scam' di Kamboja, Satu Orang Malah Hilang
-
Harga BBM Naik Akibat Perang Iran, Pakistan Gratiskan Transportasi Umum
-
Gawat, Imbas Perang Timur Tengah, Harga Plastik di Baturaja Meledak Dua Kali Lipat
-
Reformasi Investasi Danantara Dinilai Bisa Tekan Gelombang PHK
-
Harga Kedelai Naik, Perajin Tahu di Serang Bertahan dengan Cara Pahit
-
Tak Perlu Ribet, Kartu Nusuk Jamaah Haji Dibagikan via One Stop Service di Padang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.