Makin Menjadi, Kebakaran Bromo Merambat ke 'Negeri di Atas Awan' B29

Minggu, 09 Agu 2026, 17:57 WIB

LUMAJANG — Kebakaran hutan dan lahan kembali menjadi perhatian di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Kali ini, titik api terpantau di kawasan wisata puncak B29, tepatnya di sekitar Bukit Sentigi Renteng dan Ledok Bedor, Desa Argosari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Dikutip dari Antara, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lumajang langsung bergerak setelah menerima informasi mengenai perkembangan kebakaran di kawasan tersebut.

Ket. Foto: Puncak B29, yang terletak di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dikenal sebagai "Negeri di Atas Awan" karena pemandangannya yang memukau. — Sumber: Istimewa

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang Isnugroho mengatakan, satu regu TRC dari Posko Darurat Kekeringan dan Karhutla telah diberangkatkan menuju Desa Argosari pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Tim kemudian berkoordinasi dengan berbagai unsur untuk menentukan langkah penanganan di lapangan.

Sebenarnya, BPBD Lumajang sudah melakukan pemantauan sejak Kamis, 6 Agustus. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan api merambat hingga wilayah Kabupaten Lumajang.

Pada Sabtu, personel TRC kemudian menuju kawasan Ledok Bedor untuk melakukan pemadaman sekaligus memantau perkembangan api. Setelah kondisi mulai memasuki malam, tim kembali ke Kantor BPBD Lumajang sekitar pukul 16.00 WIB.

Penanganan kebakaran dilakukan secara gabungan. Selain TNBTS Resort Ranupane dan BPBD Lumajang, operasi tersebut melibatkan Babinsa Argosari, Polsek Senduro, serta Masyarakat Peduli Api dari Desa Ranupane dan Argosari. Koordinasi juga dilakukan bersama unsur Forkopimca Senduro.

Karena kondisi medan yang sulit dijangkau, pemadaman dari darat dilakukan secara manual. Petugas membuat sekat api untuk menghambat pergerakan kobaran, sementara metode gepyokan menggunakan dahan atau ranting basah diterapkan untuk memadamkan titik-titik api.

Sejumlah pohon di sekitar jalur alternatif juga dipotong untuk mengurangi risiko api menyambar vegetasi lain.

Namun, upaya pemadaman tidak hanya mengandalkan pasukan di darat.

Operasi udara juga dikerahkan melalui water bombing. Dua helikopter melakukan penyiraman dari udara pada Jumat, 7 Agustus, dengan mengambil air dari Ranu Regulo. Upaya serupa kembali dilakukan pada Sabtu untuk membantu mengendalikan kobaran di kawasan TNBTS.

Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini masih belum diketahui. BPBD Lumajang menyebut proses identifikasi masih dilakukan oleh petugas berwenang.

Begitu pula dengan luas kawasan yang terdampak. TNBTS masih melakukan asesmen dan penghitungan untuk memastikan luasan area yang terbakar.

BPBD Lumajang memastikan pemantauan akan terus dilakukan bersama seluruh unsur terkait. Pengerahan personel, pemadaman manual, pembuatan sekat api hingga dukungan water bombing dilakukan secara terpadu untuk mencegah kebakaran semakin meluas.

Di tengah ancaman api yang terus membayangi kawasan Bromo, keselamatan petugas dan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap upaya pengendalian kebakaran.

  • Karhutla Bromo

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.