Gelar Diskusi Internasional, AirNav Tuar Rumah Forum Navigasi Penerbangan Asia Pasifik

Selasa, 03 Jun 2025, 12:10 WIB

JAKARTA – Yogyakarta kembali menjadi titik temu dunia internasional. Kali ini bukan untuk urusan budaya atau pariwisata, melainkan sebagai pusat diskusi strategis mengenai masa depan navigasi penerbangan di kawasan Asia Pasifik.

AirNav Indonesia secara resmi menjadi tuan rumah ICAO Asia/Pacific Airport and Airspace Capacity Assessment Workshop, sebuah forum bergengsi yang diselenggarakan bersama International Civil Aviation Organization (ICAO) dan Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat, berlangsung pada 2–5 Juni 2025 di Hotel Tentrem Yogyakarta.

Ket. Foto: AirNav tuan rumah ICAO Asia/Pacific Airport and Airspace Capacity Assessment Workshop di Yogyakarta — Sumber: Dok. Istimewa

Direktur Utama AirNav Indonesia, Avirianto Suratno mengatakan forum ini adalah langkah nyata Indonesia dalam memajukan sistem navigasi penerbangan yang mengandalkan data, teknologi mutakhir, dan kerja sama antarnegara. Ketersediaan ruang udara yang aman dan efisien tidak bisa ditunda lagi, apalagi di tengah tren trafik yang terus meningkat

“Forum ini menjadi bukti nyata peran Indonesia dalam mendorong navigasi penerbangan berbasis data, teknologi, dan kolaborasi antarnegara di tengah meningkatnya kebutuhan ruang udara yang efisien dan aman” kata pria yang biasa disapa Avi dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Workshop ini, tambahnya, mempertemukan 103 peserta dari 15 negara dan 6 organisasi internasional, terdiri dari regulator penerbangan sipil, penyedia layanan navigasi udara (Air Navigation Service Provider/ANSP), maskapai, dan lembaga internasional.

Dari Indonesia, 18 orang delegasi AirNav turut aktif berpartisipasi dalam diskusi teknis dan perumusan kebijakan bersama.

"Salah satu fokus dalam kegiatan workshop ini adalah menjawab tantangan ruang udara yang semakin padat.  Pesatnya pertumbuhan lalu lintas udara, kebutuhan akan efisiensi rute, serta standar keselamatan internasional menjadi latar belakang penting forum ini," kata Avi.

Selama empat hari, peserta workshop akan membahas berbagai aspek penting, antara lain:

• Penilaian kapasitas bandara dan ruang udara secara berbasis data (data-driven airport & airspace capacity assessment);
• Teknik pengelolaan lalu lintas udara berbasis kolaborasi regional melalui Air Traffic Flow Management (ATFM);
• Penyusunan pedoman kapasitas regional sebagai acuan bersama negara-negara Asia Pasifik;
• Pemenuhan target audit keselamatan penerbangan ICAO melalui Universal Safety Oversight Audit Programme (USOAP);
• Harmonisasi teknologi dan prosedur navigasi udara di kawasan dengan mempertimbangkan tantangan geografis dan operasional masing-masing negara.

"Forum ini bertujuan menyamakan pemahaman teknis antarnegara dan memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan kapasitas ruang udara yang semakin kompleks" tutup Avi.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Mohammad Zaki Alatas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.