Gubernur Jawa Timur Khofifah Ajak Masyarakat Maknai Tahun Baru Islam dengan Hijrah

Selasa, 16 Jun 2026, 11:25 WIB

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak masyarakat memaknai Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik sekaligus memperkuat semangat tolong-menolong dan kesalehan sosial.

"Mari kita memperingati 1 Muharram 1448 Hijriah, satu momentum yang secara saintifik memberikan pembelajaran yang sangat kuat bagaimana sesungguhnya proses hijrah kaum Muhajirin dan bagaimana kaum Anshar menjadi penolong," kata Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Selasa (16/6).

Ket. Foto: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Masjid Raya Islamic Centre Jawa Timur, Surabaya.  — Sumber: ANTARA

Khofifah mengatakan peringatan 1 Muharram bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender Hijriah, melainkan momentum refleksi dan pembelajaran yang memiliki makna penting dalam kehidupan.

Menurut dia, semangat hijrah dapat dimaknai sebagai perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, baik secara personal maupun sosial.

Gubernur Jawa Timur itu menjelaskan, nilai tolong-menolong yang dicontohkan kaum Muhajirin dan Anshar relevan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat saat ini.

Semangat tersebut, lanjutnya, juga sejalan dengan pesan Surah Al-Maidah Ayat 2 tentang pentingnya bekerja sama dalam kebajikan dan ketakwaan.

"Pada posisi seperti inilah bagaimana sesungguhnya tolong-menolong di antara kita menjadi bagian penting untuk membangun kesolehan sosial. Dan yang penting juga bagaimana pergantian tahun dari 1447 Hijriah menuju 1448 Hijriah bisa menjadi momen menghijrahkan kita," tuturnya.

Khofifah mencontohkan, semangat hijrah dapat diwujudkan melalui perubahan kondisi yang lebih baik, seperti dari memiliki utang menjadi mampu melunasinya, dari sebelumnya berutang menjadi mampu membantu orang lain, hingga dari yang semula menggalang sedekah menjadi pihak yang turut bersedekah.

Menurutnya, 1 Muharram menjadi momentum hijrah positif yang dapat menggerakkan seseorang dari satu kebaikan menuju kebaikan berikutnya.

Ia menilai proses hijrah secara historis menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup manusia, baik sebagai individu, keluarga maupun anggota masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Karena itu, momentum pergantian tahun Hijriah diharapkan menjadi titik awal untuk terus meningkatkan kualitas diri.

"Oleh karena itu, proses inilah yang menjadi starting point kita untuk bisa berpikir bahwa hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan itulah kategori orang yang beruntung. Maka, mulai malam ini, kita akan menggerakkan seluruh ikhtiar kita dan menggerakkan seluruh energi kita menuju kebaikan lebih baik dan lebih baik lagi," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga meminta doa agar Pemerintah Provinsi Jawa Timur senantiasa amanah dan dimudahkan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia berharap berbagai program yang dijalankan pemerintah dapat memberikan manfaat yang semakin besar bagi warga Jawa Timur.

"Terima kasih semuanya. Selamat menyambut Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1448 Hijriah. Mudah-mudahan tahun depan tambah bahagia, tambah berkah, dan tahun baru ini membawa kemanfaatan untuk kehidupan kita semua. Amin," katanya.

  • Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa
  • Tahun Baru Islam

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.