Dua Sekolah di Daerah 3T Papua Dialiri Listrik Menggunakan Inovasi SuperSUN
📅 Minggu, 01 Jun 2025, 18:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
JAYAPURA – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat berhasil menyalurkan listrik untuk dua sekolah yang ada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) setempat dengan menggunakan inovasi SuperSUN.
General Manager PT PLN (Persero) UIW Papua dan Papua Barat, Diksi Erfani Umar, di Jayapura, Minggu (01/6), mengatakan dua sekolah tersebut adalah SD YPPK Teri di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, dan SD Inpres Abusa di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
"Sebelumnya, kondisi kelistrikan di dua sekolah ini sangat terbatas," katanya.
Seperti di SD YPPK Teri, sebelumnya para siswa belajar bergantung pada instalasi listrik tenaga surya hasil rakitan sendiri dengan alat seadanya.
"Sedang SD Inpres Abusa sama sekali belum tersentuh listrik sebelumnya," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menjelaskan SuperSUN yang dipasang di kedua sekolah ini memiliki spesifikasi daya 900 VA, dengan panel surya (PV) berkapasitas 2x350 WP, inverter 1.000 watt, dan baterai berkapasitas 2 kWh.
"Kombinasi komponen ini memastikan pasokan listrik yang stabil dan berkelanjutan untuk kebutuhan belajar mengajar di sekolah bahkan hingga aktivitas masyarakat sekitar di malam hari," katanya lagi.
Dia menambahkan pihaknya memahami betul tantangan penyediaan listrik di daerah 3T sehingga melalui Inovasi SuperSUN ini adalah wujud nyata komitmen PLN untuk menghadirkan terang bagi seluruh masyarakat, termasuk adik-adik kita di sekolah-sekolah di Papua.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dengan adanya listrik, kami berharap kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal, sehingga kualitas pendidikan di daerah ini semakin meningkat," ujarnya lagi.
Dia menjelaskan SuperSUN, merupakan terobosan dari PLN dengan membangun pembangkit individual bertenaga surya dan sistem penyimpanan berbasis baterai.
"Teknologi ini memungkinkan penyaluran listrik selama 24 jam sehari tanpa bergantung pada bahan bakar fosil, menjadikannya solusi ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk daerah-daerah yang belum terjangkau jaringan listrik konvensional," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!