PSG vs Inter Milan: Final Liga Champions Sarat Ambisi dan Dendam Lama

Sabtu, 31 Mei 2025, 11:10 WIB

MUNICH - Laga puncak Liga Champions 2024-2025 akan mempertemukan Paris Saint-Germain dan Inter Milan di Allianz Arena, Munich, Minggu (1/6) dini hari WIB. PSG mengincar gelar perdana mereka di ajang ini, sementara Inter memburu trofi keempat sepanjang sejarah klub.

Kedua tim datang ke final dengan jalur yang sangat berbeda. PSG tampil eksplosif dan menghibur, sementara Inter mengandalkan disiplin taktik yang solid untuk menyingkirkan klub raksasa seperti Bayern Munich dan Barcelona.

Ket. Foto: Laga puncak Liga Champions 2024-2025 akan mempertemukan Paris Saint-Germain dan Inter Milan di Allianz Arena, Munich, Minggu (1/6) dini hari WIB. — Sumber: Istimewa

“Ini adalah momen yang telah kami tunggu selama bertahun-tahun. Kami punya satu pertandingan lagi untuk mewujudkan impian klub dan para pendukung. Kami siap menulis sejarah,” tegas pelatih PSG, Luis Enrique, dalam konferensi pers jelang laga.

PSG tampil meyakinkan sejak fase gugur, menumbangkan Liverpool di Anfield, Arsenal di Emirates, dan menahan gempuran Aston Villa di perempat final. Les Parisiens sudah mengunci gelar Ligue 1 dan Coupe de France, kini tinggal selangkah lagi untuk mencatat treble winners bersejarah.

Namun, Inter bukan lawan sembarangan. Meski gagal meraih gelar domestik setelah tersingkir dari perburuan gelar Serie A dan Coppa Italia, tim asuhan Simone Inzaghi menunjukkan karakter kuat sepanjang tampil di kompetisi tertinggi antar klub Eropa. Mereka menyingkirkan Bayern dan Barcelona secara dramatis.

“Kami tahu kami bukan favorit, tapi kami juga tahu betul bagaimana cara menang. Mentalitas kami terbentuk dari pengalaman dan penderitaan,” ujar Inzaghi. “Tim ini telah belajar dari final dua tahun lalu dan datang ke Munich dengan tekad lebih besar.”

Inter sempat mencicipi final pada tahun 2023, namun dikalahkan Manchester City di Istanbul. Kekalahan itu masih membekas dan menjadi motivasi tambahan bagi Lautaro Martinez dan kawan-kawan. Sang kapten bahkan belum tampil sejak leg kedua semifinal, tetapi dipastikan pulih tepat waktu untuk laga ini.

Statistik menunjukkan kekuatan Inter dalam mengontrol laga. Dari 14 pertandingan Liga Champions musim ini, mereka selalu unggul lebih dulu di 11 laga dan hanya tertinggal selama tujuh menit secara total.

Di sisi lain, PSG tak ingin kembali tersandung. Satu-satunya final Liga Champions yang pernah mereka capai sebelumnya terjadi pada tahun 2020, saat mereka kalah dari Bayern Munich di tengah pandemi. Kini, mereka membawa modal lebih matang dan skuad yang nyaris sempurna.

Kedua tim sama-sama tidak mengalami kendala berarti. Hanya Presnel Kimpembe yang absen dari kubu PSG karena cedera jangka panjang. Ousmane Dembele dipastikan kembali sebagai starter, mendampingi Khvicha Kvaratskhelia yang tampil gemilang sejak babak grup.

Dari kubu Inter, Benjamin Pavard dan Piotr Zielinski telah kembali berlatih dan masuk daftar pemain. Simone Inzaghi juga merotasi hampir seluruh starter saat menghadapi Como pekan lalu, memastikan kebugaran para pemain kunci.

Sejarah mencatat bahwa dalam empat final Liga Champions yang digelar di Munich, selalu muncul juara baru. PSG berharap tren itu berlanjut dan mereka bisa menyamai pencapaian Marseille, satu-satunya klub Prancis yang pernah juara Liga Champions—juga di Munich, juga melawan tim asal Milan.

Perkiraan Formasi

PSG (4-3-3): Donnarumma; Hakimi, Marquinhos, Pacho, Nuno Mendes; Joao Neves, Vitinha, Fabian Ruiz; Doue, Dembele, Kvaratskhelia

Inter (3-5-2): Sommer; Bisseck, Acerbi, Bastoni; Dumfries, Barella, Calhanoglu, Mkhitaryan, Dimarco; Thuram, Martinez

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.