Rupiah Loyo Lagi, Dolar AS Jadi Primadona Pasar

Selasa, 27 Mei 2025, 17:55 WIB

JAKARTA - Rupiah kembali tak berdaya alias melemah di hadapan dollar AS. Hal itu menyusul penguatan indeks dollar AS. 

Nilai tukar Rupiah pada penutupan perdagangan Selasa (27/5), di Jakarta melemah sebesar 38 poin atau 0,23 persen menjadi Rp16.287 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.249 per dolar AS.

Ket. Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. — Sumber: ANTARA /Muhammad Adimaja.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan nilai tukar (kurs) Rupiah yang melemah dipengaruhi akibat dampak dari penguatan indeks dolar Amerika Serikat (AS).

“Pada penutupan pasar sore ini sangat volatile, setelah sebelumnya Rupiah dan mayoritas mata uang Asia sempat menguat, kemudian melemah dampak dari penguatan indeks dolar,” ujarnya di Jakarta.

Ia mengatakan kenaikan indeks dolar AS dipengaruhi peningkatan permintaan terhadap aset-aset keuangan AS, terutama obligasi pemerintah. Hal ini dipicu oleh rencana pemerintah Jepang untuk mengurangi eksposur surat berharga, sehingga pilihan investasi obligasi global menjadi terbatas.

Di sisi lain, obligasi pemerintah Indonesia masih diminati oleh investor asing. Walaupun kepercayaan investor kembali pulih, tetapi ketertarikan obligasi hanya untuk tenor pendek.

“Obligasi pemerintah Indonesia masih diminati oleh investor asing, tapi untuk tenor pendek, dimana investor masih memantau sustainable dari fiskal pemerintah Indonesia,” ungkap dia.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.