Jalan Dibenahi, Wisata Menggeliat: Pemprov Lampung Buka Akses Kiluan–Umbar

Kamis, 16 Apr 2026, 19:05 WIB

BANDARLAMPUNG – Membuka akses pariwisata merupakan langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama melalui peningkatan konektivitas dan kemudahan mobilitas wisatawan.

Akses yang lebih baik—baik melalui infrastruktur jalan, transportasi, maupun konektivitas digital—akan menurunkan biaya perjalanan dan meningkatkan daya tarik destinasi.

Ket. Foto: Destinasi wisata Gigi Hiu Kabupaten Tanggamus yang tengah dilakukan perbaikan jalan. — Sumber: ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.

Dalam konteks ini, aksesibilitas menjadi faktor kunci yang menentukan apakah suatu destinasi mampu bersaing dan berkembang.

Dampaknya tidak hanya pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga pada perputaran ekonomi lokal. Sektor pendukung seperti perhotelan, kuliner, transportasi, hingga UMKM akan ikut terdorong, menciptakan efek berantai yang memperluas lapangan kerja dan pendapatan masyarakat.

Dengan demikian, pembukaan akses pariwisata berperan sebagai pintu masuk bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Namun, pengembangan akses juga harus diimbangi dengan kesiapan destinasi dan pengelolaan yang berkelanjutan. Tanpa perencanaan yang matang, lonjakan wisatawan justru berpotensi menimbulkan tekanan terhadap lingkungan dan kualitas layanan.

Oleh karena itu, pendekatan terintegrasi—yang menggabungkan pembangunan infrastruktur, penguatan kapasitas lokal, dan perlindungan lingkungan—menjadi kunci agar pembukaan akses pariwisata menghasilkan manfaat jangka panjang.

Kepala Dinas Bina Marga Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung Muhammad Taufiqullah mengatakan adanya preservasi ruas Jalan Simpang Teluk Kiluan-Simpang Umbar Kabupaten Tanggamus dilakukan untuk membuka akses pariwisata di destinasi wisata Gigi Hiu.

"Kemarin sudah melewati beberapa titik, dimulai dari Kota Bandarlampung ke Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Tanggamus yang merupakan jalur pariwisata. Dari beberapa titik di tiga kabupaten tersebut ada yang melakukan pelebaran jalan dan ada yang dibangun. Karena ingin memaksimalkan potensi wisata agar bisa lebih dikembangkan lagi," ujar Kepala Dinas Bina Marga Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung Muhammad Taufiqullah di Bandarlampung, Kamis (16/4).

Ia mengatakan, salah satu ruas jalan yang masuk dalam jalur pariwisata di pesisir yang akan dibangun adalah ruas Teluk Kiluan-Simpang Umbar yang merupakan akses menuju destinasi wisata Gigi Hiu Kabupaten Tanggamus.

"Panjang ruas Jalan Simpang Teluk Kiluan-Simpang Umbar yang diperbaiki tersebut memiliki total panjang 25 kilometer, serta pengerjaan perbaikanatau panjang penanganan efektif sepanjang 2,6 kilometer dan akan dibangun menggunakan rigid pavement," katanya.

Dia menjelaskan, alokasi pendanaan pengerjaan ruas jalan tersebut sebesar Rp25 miliar.

"Untuk lebar jalan sebesar delapan meter, yakni enam meter untuk badan jalan dan dua meter untuk bahu jalan kiri dan kanan serta drainase," ucap dia.

Menurut dia, panjang kondisi mantap di ruas jalan tersebut ada 13,2 kilometer atau memiliki persentase 52,47 persen.

Sedangkan Panjang kondisi tidak mantap di ruas tersebut memiliki persentase 47,53 persen atau 11,9 kilometer.

"Jadi ini akan dibangun rigid agar akses semakin mudah saat menuju wisata Gigi Hiu, sebab selama ini kondisi jalan kurang baik untuk mendukung pariwisata jadi dengan perbaikan ini bisa meningkatkan kemantapan jalan disini," tambahnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.