Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 6,4 Ton Narkoba Sepanjang 2025

25 Selasa, 27 Mei 2025, 10:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 6,4 Ton Narkoba Sepanjang 2025 Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 6,4 Ton Narkoba Sepanjang 2025 Doc: Antara Foto
Ket. Selama tahun 2025, Bea Cukai Indonesia berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba seberat 6,4 ton melalui penguatan pengawasan laut dan kerja sama antarinstansi.

Direktur Direktorat Interdiksi Narkotika Ditjen Bea Cukai Syarif Hidayat mengatakan selama kurun waktu lima bulan pada 2025 Bea Cukai telah mencegah penyelundupan 6,4 ton narkotika di wilayah Indonesia.

“Untuk tahun 2025 kami berhasil mencegah 6,4 ton narkotika jumlah yang sangat luar biasa besar,” katanya Syarif di Tanjung Uncang, Kota Batam, Kepri, Senin.

Dia menyebut selama tahun 2023, Bea Cukai mencegah peredaran gelap narkoba sebanyak 5,9 ton, dan tahun 2024 sebanyak 7,4 ton, yang sebagian besar jenisnya didominasi oleh sabu.

Bila dilihat dari wilayah dan jumlah kasus penyelundupan yang berhasil diungkap Bea Cukai, kata dia, daerah yang rawan pintu masuk narkoba adalah Aceh, lalu Kalimantan, Sulawesi dan Kepri.

Pada tahun 2025 ini, kata dia, Bea Cukai bersinergi dengan TNI AL dan Polri, serta BNN mengungkap kasus penyeludupan narkoba dalam jumlah besar yang diangkut menggunakan kapal asing dari Thailand, yakni seberat dua ton di Kapal Motor The Aungtoetoe 99 dan dua ton di Sea Dragon Tarawa.

Jumlah ini, kata dia, belum termasuk pengungkapan yang berhasil secara mandiri dicegah oleh APH serta aparat lainnya.

“Ini menunjukkan bahwa pemakai narkoba jumlahnya tidak sedikit,” katanya.

Syarief menegaskan komitmen Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mendukung penuh seluruh kegiatan penegakan hukum narkotika oleh aparat penegak hukum, yakni BNN dan Kepolisian, baik itu di darat, di laut dan udara.

“Dengan mensinergikan seluruh sumber daya dan informasi yang tersedia maka penggunaan anggaran dan aset negara menjadi lebih efektif dan efisien,” katanya.

Menurut dia, jika seluruh aparat penegak hukum bersinergi lebih kuat lagi untuk menghadang dan memutuskan rantai peredaran narkotika di Tanah Air.

Syarief yakin apabila sindikat jaringan narkoba internasional bisa berkolaborasi lintas batas, demikian pula dengan seluruh elemen penegak hukum di Indonesia wajib bersinergi.

“Imbauan kepada lapisan masyarakat untuk turut aktif mendukung upaya ini dengan melaporkan segala aktivitas mencurigakan, sinergi kuat diharapkan tercipta Indonesia yang aman,” kata Syarif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Olahraga
Jadi Tuan Rumah, Depok Pede...
Rona
Syuting Miami Vice '85, Mic...
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.