Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Jawa Tengah: Pejabat Publik Harus Siap Terima Kritik

📅 Senin, 26 Mei 2025, 21:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gubernur Jawa Tengah: Pejabat Publik Harus Siap Terima Kritik Doc: Antara
Ket. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengingatkan kepada jajaran pejabat dalam menjalankan tugasnya harus siap menerima kritikan dan masukan dari masyarakat.

"Kalau tidak siap dibully, jangan menjabat. Jangan sibuk jaga eksistensi. Kerja ya kerja. Ikhlas, tidak usah dibuat-buat," katanya, saat apel di halaman Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Senin (26/6).

Menurut dia, membangun daerah tidak cukup hanya dengan perencanaan di atas kertas.

Ia mengajak seluruh kepala daerah dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kerjanya untuk menjadikan tiga prinsip sebagai landasan kerja, yakni mendengar, melihat, dan bertindak.

"Mendengar saja tidak cukup. Kalau sudah mendengar, melihat. Cek di lapangan langsung. Setelah melihat, ya harus bertindak," kata mantan Kapolda Jateng tersebut.

Ia mengatakan bahwa banyak pejabat rajin mendengar, tapi tidak sampai pada aksi nyata dengan melihat dan bertindak.

"Kalau cuma mendengar dan melihat tapi tidak bertindak, itu pencitraan tok," katanya.

Apel seperti itu, disampaikannya bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan ajang memperkuat "chemistry" dan kebersamaan dalam menghadapi tugas-tugas pemerintahan.

"Dari apel ini, akan tumbuh komunikasi. Akan lahir 'public trust' (kepercayaan publik) terhadap seorang 'decision maker' (pengambil keputusan)," katanya.

Luthfi juga mengingatkan agar semangat gotong royong dan tepa selira menjadi pondasi kerja bersama di Jateng.

Lebih lanjut, ia secara tegas menyampaikan bahwa pimpinan harus bertanggung jawab terhadap amanah yang diemban.

"Tugas dan wewenang bisa diberikan ke siapa saja, tapi tanggung jawab itu harus dipegang," katanya.

Dalam kesempatan itu, Luthfi juga berpesan agar tidak ada aparatur sipil negara (ASN) di Pemprov Jateng yang menggunakan cara-cara tidak etis untuk meraih jabatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Olahraga
Alwi Tersingkir dari French...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.