Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keterlaluan, Gunakan AI Deepfake Tiga Orang Ini Palsukan Video Gubernur Jatim, Gubernur Jateng, dan Gubernur Jabar untuk Menipu!

📅 Senin, 28 Apr 2025, 18:10 WIB | Oleh:
Keterlaluan, Gunakan AI Deepfake Tiga Orang Ini Palsukan Video Gubernur Jatim, Gubernur Jateng, dan Gubernur Jabar untuk Menipu! Doc: Koran Jakarta/ Selocahyo
Ket. Kapolda Jatim, Irjen Nanang Avianto, memberikan keterangan pers dalam kasus dugaan tindak pidana informasi dan Transaksi Elektronik, di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (28/4).

SURABAYA - Kepolisian Daerah Jawa Timur (Mapolda Jatim), pada Senin (28/4), mengungkap penipuan bermodus mengubah narasi suara video tiga gubernur di Pulau Jawa untuk menggunakan teknologi AI Deepfake. Video tersebut berisi ajakan kepada masyarakat yang belum memiliki alat transportasi untuk mendapatkan sepeda motor dengan harga hanya 500 ribu rupiah. 

Pengungkapan tersebut dilakukan polisi berdasarkan laporan Gubernur Jatim,  Khofifah Indar Parawansa, dan ditindaklanjuti oleh Direktorat Reserse Siber Polda Jatim dengan melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap HMP (32 tahun), UP (24 tahun), dan AH (34 tahun). 

"Assallamuallaikum pemberitahuan bagi seluruh warga jawa timur saya selaku gubernur jawa timur, siapa saja yang belum mempunyai motor atau ingin motor baru silakan untuk pesan motor murahnya harganya cuma Rp. 500.000,ini amanah dari saya pesan sekarang juga, tidak bisa COD, pengiriman bisa hari ini, surat-surat lengkap bisa atas nama sendiri, hanya untuk warga Jawa Timur", demikian bunyi video dengan gambar Gubernur Jatim,  Khofifah Indar Parawansa yang diunggah pelaku pada platform media sosial Tiktok agar korban yang percaya akan melakukan pemindahan dana pada pelaku. 

Kapolda Jatim, Irjen Nanang Avianto, mengatakan,masing-masing memiliki peran sebagai pembuat akun TIKTOK palsu, dan mengubah video, mengunggah video, dan admin WA  untuk mengelabuhi korban. 

"Para tersangka mengubah narasi suara Ibu Khofifah, Bapak Ahmad Luthfi, dan Bapak Dedi Mulyadi, menjadi seolah-olah menyediakan motor murah untuk warganya. Para korban diminta mentransfer uang 500 ribu untuk mendapatkannya," ujarnya di Surabaya. 

Dia mengatakan dugaan penipuan tersebut telah berlangsung selama tiga bulan, dan 
mengimbau agar masyarakat mewaspadai modus penipuan tersebut.

"Dari pendalaman sudah ada sekitar lebih dari 100 orang korban dari tiga provinsi ini. Tujuh belas orang sudah kami periksa sebagao saksi," tutur Kapolda

"Ini dalam waktu dekat akan terus menyebar  dan tentu akan mengganggu kredibilitas beliau-beliau. Kasihan jika terjadi pada orang yang tidak paham teknologi. Kami mengimbau agar masyarakat berhati-hati dan bijak dalam bermedsos," pungkasnya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Danantara Borong Saham Burs...
Ekonomi
BI Tangkap Sinyal Ekspansi ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.