Dubes India Sarankan Gubernur Khofifah Siapkan Destinasi Jatim-Bali dalam Satu Paket untuk Dongkrak Wisman

Senin, 26 Mei 2025, 17:07 WIB

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Negara Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty di Gedung Negara Grahadi Surabaya, pada Senin (26/5).

Khofifah menjelaskan, pertemuan keduanya membahas peningkatan kerjasama berbagai bidang termasuk pariwisata, pendidikan, kebudayaan, dan public administration. 

Ket. Foto: Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa bersama Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Cahkravotry di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (26/5). — Sumber: Koran Jakarta/ Selocahyo

"Beliau memberikan tawaran paket wisata Bali dan Jatim. Sehingga, wisatawan asing yang ke Bali juga bisa mampir berwisata di Jatim," ungkap Khofifah. 

Pada kesempatan itu, Dubes India Sandeep Cakhravotry mengaku tertarik membantu pengembangan potensi wisata di Jatim. Menurutnya, Jatim memiliki banyak destinasi wisata yang tak kalah indah dari provinsi lain.

"Kami ingin mempromosikan Jatim sebagai paket wisata bersama Bali, karena lebih dari 1 juta wisatawan datang ke Bali. Dari potensi ini, kita harus menarik mereka ke Jatim karena memiliki banyak tempat wisata dan sejarah yang panjang," kata Sandeep.

Karena itu, ia pun akan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata, Gubernur Bali dan Gubernur Jatim untuk merealisasi rencana ini. Sehingga, dapat mendatangkan wisatawan ke Jatim.

Khofifah melanjutkan, India memiliki keunggulan di dunia pendidikan. Khususnya bidang teknologi informasi yang kini berkembang pesat. Ia menyebut, India memiliki banyak paket beasiswa yang dapat dimanfaatkan untuk siswa, mahasiswa, bahkan birokrat.

"Apakah di bidang digital IT, di bidang public administration, atau di bidang kepariwisataan. Lalu, apakah kita yang mengirim ke India ataukah para-pakar dari India yang akan dikirim ke Jawa Timur," kata Khofifah usai pertemuan.

Menurutnta, sudah ada beberapa pakar memberikan materi terkait Cyber Defense Academy yang ada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Malang. Selain dosen, kurikulum pendidikan di sana juga dari India.

"Kami harapkan transformasi IT itu bisa memberikan penguatan bagi Jatim," ujarnya.

Dengan berbagai upaya itu, Khofifah optimis akan dapat meningkatkan kualitas SDM serta meningkatkan perekonomian masyarakat di Jatim. 

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.