Djokovic Cetak Sejarah 100 Gelar

Senin, 26 Mei 2025, 07:07 WIB

GENEVA — Novak Djokovic kembali menorehkan sejarah dalam karirnya yang gemilang dengan meraih gelar ATP ke-100 usai mengalahkan Hubert Hurkacz dalam laga final dramatis Geneva Open, Minggu (25/5) dini hari WIB. Kemenangan itu menjadikannya petenis pria ketiga dalam sejarah yang menembus angka tiga digit gelar tur, menyusul Jimmy Connors (109) dan Roger Federer (103).

Bermain di atas tanah liat Swiss sebagai persiapan menuju Roland Garros, Djokovic harus berjibaku selama tiga jam lima menit sebelum akhirnya menang 5-7, 7-6(2), 7-6(2). Meski sempat kehilangan set pertama, sang unggulan utama menunjukkan mental baja khasnya dan membalikkan keadaan lewat dua tie-break yang nyaris tanpa cela.

Ket. Foto: Petenis Serbia Novak Djokovic merayakan kemenangannya di akhir pertandingan final tunggal putra melawan petenis Polandia Hubert Hurkacz di turnamen tenis ATP 250 Geneva Open di Jenewa, Minggu (25/5) dini hari WIB. — Sumber: VALENTIN FLAURAUD / AFP

“Saya benar-benar harus berjuang keras untuk ini. Rasanya hampir sepanjang pertandingan dia lebih dekat ke kemenangan daripada saya. Tapi inilah tenis level atas. Beberapa poin menentukan segalanya,” ujar Djokovic, 38 tahun, seusai laga.

Kemenangan ini menjadi gelar pertama Djokovic sejak merebut medali emas Olimpiade di Paris musim panas lalu, mengalahkan Carlos Alcaraz di final. Sejak itu, dia sempat kesulitan tampil konsisten, bahkan gagal menang di dua turnamen tanah liat sebelumnya di Monte Carlo dan Madrid, kalah dari Alejandro Tabilo dan Matteo Arnaldi.

Namun, di Geneva, dia tampil lebih stabil. Meski sempat melakukan double-fault saat unggul 40-30 di awal set ketiga, dia tetap tenang dan berhasil membalikkan momentum. Di tie-break penentu, Hurkacz tak mampu menjaga fokus dan membuat dua kesalahan berturut-turut dari kedudukan 2-3, memberi jalan bagi Djokovic untuk menutup laga dengan ace yang memastikan gelar ke-100-nya.

Djokovic, juara tiga kali Roland Garros, kini mengincar gelar Grand Slam ke-25 yang akan menjadi rekor dunia. Dia memulai langkah di Paris menghadapi petenis Amerika Serikat, Mackenzie McDonald.

Sementara itu, di Strasbourg, Elena Rybakina mengakhiri penantian panjang dengan merebut gelar WTA pertamanya dalam lebih dari satu tahun. Petenis Kazakhstan itu menaklukkan Liudmila Samsonova dengan skor 6-1, 6-7(1), 6-1 di partai final. Dia menunjukkan sinyal kebangkitan tepat waktu menjelang Prancis Open.

Juara Wimbledon 2022 tersebut sempat terpeleset dalam peringkat dunia setelah rentetan hasil kurang meyakinkan sejak menjuarai Stuttgart pada bulan April tahun lalu. Namun, di Strasbourg, Rybakina tampil tajam, terutama di set pertama dan ketiga, meski sempat kehilangan fokus di tie-break set kedua. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.