Singkong Muram di Ogan Ilir: Petani Gigit Jari, Harga Tak Bersahabat
📅 Jumat, 23 Mei 2025, 20:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ M Imam Pramana
PALEMBANG - Penurunan harga singkong yang berulang dapat memperburuk kondisi ekonomi petani dan membuat mereka semakin terpuruk. Sebagian besar petani singkong di Indonesia sangat bergantung pada industri tapioka, dan jika harga singkong rendah, mereka sulit mencari alternatif pasar.
Jika penurunan harga singkong menyebabkan petani beralih ke tanaman lain, ini dapat mengganggu ketahanan pangan nasional karena singkong merupakan salah satu komoditas pangan penting.
Sejumlah petani di Indralaya, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan (Sumsel) menyebutkan harga singkong anjlok sepanjang tahun ini dibandingkan 2024 yakni dikisaran Rp1.500 per kilogram dari Rp2.500 per kilogram.
"Hari ini ujung Mei 2025 merupakan musim panen ubi kayu setelah masa tanam delapan bulan pada September 2024. Saat ini harga per kilo gram Rp1.500," kata Sutrisno (55) seorang petani di Indralaya yang diwawancarai dari Palembang, Jumat (23/5).
Adapun penyebab turunnya harga tersebut, para petani tidak mengetahui dan menganggap fluktuasi harga itu sesuatu yang biasa, bahkan harga ubi kayu pernah menyentuh angka di bawah Rp1.000 per kilogram.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menambahkan bahwa produksi kebun para petani di wilayah itu, biasanya disalurkan ke pabrik-pabrik milik swasta di wilayah Ogan Ilir.
Menurutnya selama delapan bulan menanti masa panen, perawatan di kebun dilakukan dengan pemupukan satu kali bisa menggunakan pupuk organik dan pupuk dari PT Pusri. Menurutnya untuk mendapatkan pupuk PT Pusri harus melalui gabungan kelompok tani (Gapoktan).
Hal senada dikatakan Siti (30) petani lainnya di Ogan Ilir yang mengatakan bahwa saat ini, harga singkong di wilayah itu Rp1.500 per kilogram.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga mengatakan harga tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang bisa mencapai Rp2.500 per kilogram yang menjadi harga tertinggi saat itu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!