- Home
-
- Luar Negeri
-
- Kanada Ingin Gabung dalam ...
Kanada Ingin Gabung dalam Sistem Pertahanan “Golden Dome”
Jumat, 23 Mei 2025, 01:00 WIBOTTAWA - Kanada telah mengadakan pembicaraan tingkat tinggi dengan Amerika Serikat (AS) tentang keinginannya bergabung dengan sistem pertahanan misil "Golden Dome" yang diusulkan Presiden AS, Donald Trump. Hal itu diutarakan oleh Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, pada Rabu (21/5).
"Kami sadar bahwa kami memiliki kemampuan, jika kami memilihnya, untuk menyelesaikan Golden Dome dengan investasi dalam kemitraan (dengan AS). Dan itu adalah sesuatu yang sedang kami pertimbangkan dan sesuatu yang telah dibahas di tingkat tinggi," kata PM Carney dalam konferensi pers, seraya menegaskan bahwa keputusan tersebut bersifat militer dan akan dinilai sesuai dengan pertimbangan strategis.
Pernyataan PM Kanada itu disampaikan tak lama setelah Presiden Trump, pada awal pekan ini, mengklaim bahwa Kanada telah menyampaikan minat untuk bergabung dalam sistem pertahanan yang dipimpin AS tersebut, dan bahwa pemerintahannya akan memastikan Ottawa membayar bagian yang adil.
Presiden Trump menginginkan sistem yang dapat bertahan melawan berbagai macam senjata musuh, mulai dari misil balistik antarbenua hingga misil hipersonik dan jelajah serta drone, serta meminta agar sistem tersebut siap dalam waktu sekitar tiga tahun, menjelang akhir masa jabatan keduanya. Namun untuk mewujudkannya, Trump menghadapi tantangan teknis dan politis yang signifikan.
Sementara itu PM Carney memperingatkan adanya ancaman misil baru dan yang terus meningkat yang dalam waktu dekat bisa datang dari luar angkasa. Ia menilai bahwa perlindungan militer yang lebih besar merupakan ide baik mengingat ancaman dari Korea Utara, Russia, dan Tiongkok.
"Kami menanggapi ancaman tersebut dengan serius," kata Carney. â(Oleh karenanya) kita sekarang berada dalam posisi di mana kita akan bekerja sama bila diperlukan, namun tidak harus selalu bekerja sama,â imbuh dia.
Kanada dan AS adalah mitra dalam pertahanan benua melalui Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara (NORAD).
Pada saat yang sama, Ottawa tengah berupaya mendiversifikasi kemitraan perdagangan dan keamanannya setelah hubungan Kanada-AS yang dulu kuat menjadi renggang.
Baru-baru ini mengumumkan peninjauan pembelian besar pesawat tempur F-35 buatan AS dan memilih untuk menandatangani kesepakatan dengan Australia untuk mengembangkan sistem radar Arktik.
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP, Antara
Berita Terkait:
-
Elite Militer Tiongkok Diguncang, Sekutu Xi Jinping Diselidiki di Tengah Modernisasi PLA
-
Kemhan Bantah Amerika Serikat Bebas Lintas Udara di MDCP: Kedaulatan RI Jadi Prioritas
-
Pelayanan Air Bersih Tersendat Akibat Gangguan Listrik
-
Kota Tangerang dan Kota Serang Raih Juara Festival Baris Banten 2025
-
Bundesliga Jerman: Augsburg Hentikan Laju Bayern, Kekalahan Pertama Sejak Maret 2025
-
Ratusan Lahan Pertanian di Lamongan Terendam Banjir
-
Presiden Prabowo dan Presiden Korsel Bahas Proyek Jet Tempur KF-21
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.