Implementasi PSAK 117, Hasil Jasa Asuransi TUGU Tembus Rp228 Miliar
Selasa, 20 Mei 2025, 21:22 WIBJAKARTA- Anak usaha Pertamina Group yaitu PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU / Tugu Insurance) tetap mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada kuartal I-2025 di tengah implementasi PSAK 117.
Tugu Insurance per Maret 2025 mencatat total aset 30,1 triliun rupiah atau kali pertama dalam sejarah perusahaan asuransi umum terbesar dari sisi nilai kapitalisasi pasar tersebut mencapai tonggak bersejarah.
Jika dibandingkan akhir Desember 2024 yang menggunakan laporan keuangan yang disajikan kembali (restated) akibat implementasi PSAK 117 terdapat kenaikan 3,3 triliun rupiah.
Sementara itu nilai ekuitas perusahaan juga mencapai 11 triliun rupiah pada akhir Maret 2025 atau naik sebesar 549 miliar rupiah jika dibandingkan laporan posisi keuangan Desember 2024 (restated).
Sementara itu dari sisi laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, Tugu Insurance mengantongi laba 247 miliar rupiah atau mengalami penurunan 30 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.Â
Analist Trimegah Sekuritas, Kharel Devin mengatakan penurunan itu wajar dalam kondisi transisi menggunakan PSAK baru.
âKenaikan atau penurunan pada neraca maupun profitabilitas itu tidak hanya dialami oleh TUGU, tetapi juga industri keseluruhan baik asuransi umum, reasuransi maupun asuransi jiwa. Pasar memang perlu waktu untuk memahami PSAK yang baru ini,â jelas Kharel.
Namun menurut Kharel untuk lebih memahami PSAK 117 ini, Kharel menjelaskan investor dapat melihat pada bagain keterangan terutama komparasi antara PSAK yang sebelumnya yaitu PSAK 62 yang sebelumnya menjadi dasar penyajian laporan keuangan.
âTUGU jika menggunakan PSAK 117 untuk kuartal I 2025 yang telah menjadi best practice global, hasil jasa asuransi mencapai 227,8 miliar rupiah sementara jika menggunakan PSAK62 hanya 185,2 miliar rupiah.Ada kenaikan 42,5 miliar rupiah jika menggunakan PSAK 117 yang menggunakan pendekatan kontrak asuransi dan yang menjadi lebih transparan serta mencerminkan kondisi riil keuangan perusahaan asuransi umumâ ungkapnya.
Tetap SolidÂ
Senada dengan Kharel, analyst Phintraco Sekuritas, Nurwachidah mengatakan Tugu sebagai perusahaan holding asuransi umum lebih dari 90 persen bisnisnya ditopang oleh segmen asuransi, sehingga melihat kinerja aktivitas kinerja inti perusahaan bisa melihat langsung dari sisi hasil jasa asuransi.
âKalau dilihat hasil jasa asuransi masih tumbuh 8,7 persen dari 209 miliar rupiah di Q1 2024 menjadi 228 miliar rupiah di Q1 2025. Memang ada adjustment dari sisi beban dan pos lainnya, tapi core bisnis tetap di sini. Selagi tumbuh, ini menunjukkan bahwa kinerja solid dan strategi ekspansi berjalan dengan baik,â ungkap Nurwachidah.
Menurut Nurwachidah, dengan kesiapan perusahaan mengimplementasikan PSAK 117 akan semakin mencerminkan kondisi riil perseroan.
âSudah sesuai best practice global sehingga jika ada investor terutama asing yang ingin masuk ke saham TUGU, komparasinya lebih apple to apple. Selain itu kenaikan aset dan ekuitas juga menunjukkan posisi TUGU yang semakin strategis di industri dan kekuatan permodalan yang dimiliki dalam menavigasi berbagai tantangan,â imbuhnya.
Terkait prospek, Nurwachidah tetap optimis kinerja keuangan dan profitabilitas TUGU yang merupakan Emiten Anak BUMN Pertamina masih bisa tumbuh dengan solid. Menurutnya selain penyesuaian akibat PSAK baru, aspek musiman atau seasonality juga berperan dalam kinerja perusahaan asuransi.Â
Untuk diketahui, PSAK 117 merupakan adopsi dari IFRS 117 yang sudah diimplementasikan secara global sejak tahun 2023. Penerapan di dalam negeri baru dilakukan mulai 1 Januari 2025.
Sebagai catatan, perubahan penting dalam PSAK 117 adalah pertama, pendapatan asuransi atau premi tidak langsung diakui sekaligus, tapi diakui bertahap sesuai masa pertanggungan.
Kedua, liabilitas perusahaan asuransi dihitung berdasarkan estimasi pembayaran klaim di masa depan, ditambah margin untuk ketidakpastian.
Ketiga, ada pengukuran baru yang disebut Contractual Service Margin (CSM) yakni estimasi keuntungan masa depan yang diharapkan perusahaan asuransi dari sekelompok kontrak, yang diakui secara bertahap sebagai pendapatan selama periode kontrak berlangsung, bukan sekaligus di awal.Â
Tujuan utamanya adalah untuk memberikan gambaran profitabilitas yang lebih akurat dan transparan seiring dengan diberikannya layanan kepada pemegang polis, sehingga laba tidak diakui terlalu cepat di muka, melainkan sejalan dengan realisasi jasa yang diberikan.
- PSAK
- asuransi umum
- Aset Asuransi
- PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance)
- Polis Asuransi
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Vitto Budi
Berita Terkait:
-
Pemerintah Perlu Perkuat Anggaran Riset Nasional
-
Tinggal Hitung Hari! LPS Matangkan Program Penjaminan Polis, Ini 3 Skenarionya
-
Seluruh OPD di Pemkab Sleman Tanda Tangani Komitmen Reformasi Birokrasi
-
Tugu Insurance Serahkan Donasi Buku Literasi Keuangan kepada Perpustakaan DKI Jakarta
-
Idul Adha Mesti Memperkuat Kepedulian dan Solidaritas Sosial
-
Penuhi Syarat Bebas Buang Air Besar Sembarangan, Kelurahan Tomang Deklarasikan Status ODF
-
Tugu Insurance Perkuat Peran Strategis Penunjang Kegiatan Migas dan Ketahanan Energi Nasional.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.