Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Akselerasi Tanam: Jurus Kementan Wujudkan Swasembada

📅 Minggu, 18 Mei 2025, 20:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Akselerasi Tanam: Jurus Kementan Wujudkan Swasembada Doc: ANTARA/HO-Humas Kementan
Ket. Kementerian Pertanian menerjunkan traktor dalam percepatan tanam di Desa Dempelrejo, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. 

JAKARTA - Mempercepat masa tanam berarti petani dapat memulai siklus pertanian lebih cepat, sehingga mereka dapat memanfaatkan waktu dengan lebih efisien. Ini dapat membantu mereka mempersiapkan lahan, melakukan penanaman, dan memberikan perawatan yang diperlukan sebelum musim kemarau atau perubahan cuaca yang tidak menguntungkan datang. 

Dengan menanam lebih cepat, petani dapat mengurangi risiko kerugian akibat perubahan cuaca atau hama. Jika tanaman ditanam lebih cepat, mereka mungkin memiliki waktu yang lebih singkat untuk menghadapi perubahan cuaca yang tidak menguntungkan atau serangan hama, yang dapat mengurangi hasil panen. 

Kementerian Pertanian (Kementan) mengakselerasi percepatan tanam di berbagai daerah strategis, salah satunya di Jawa Tengah dan Banten, untuk meningkatkan produksi dan memastikan ketahanan pangan nasional sehingga mewujudkan swasembada pangan.

"Melalui koordinasi terpadu antara pusat dan daerah, kegiatan olah tanah dan tanam padi dilakukan serempak di sejumlah wilayah potensial, termasuk di Provinsi Jawa Tengah dan Banten," kata Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Andi Nur Alam Syah dalam keterangan dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (18/5).

Andi turun langsung mengawal percepatan tanam di Desa Dempelrejo, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Di lokasi itu, terdapat lahan seluas 85 hektare yang sebelumnya tertunda pengolahannya akibat keterbatasan alat mesin pertanian (alsintan) dan air.

“Lahan ini sudah lebih dari dua bulan belum bisa diolah karena terbatasnya alat dan akses air. Tapi berkat pengerahan traktor roda empat dari brigade alsintan dan bantuan irigasi perpompaan dari Kementan, kita mulai percepat tanam hari ini,” ujar Andi.

Sebanyak sembilan unit traktor roda empat dikerahkan untuk mempercepat olah lahan, terdiri dari delapan unit dari Brigade Alsintan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah dan satu unit dari Dinas Pertanian Kabupaten Kendal.

Menurut Andi, percepatan itu merupakan bagian dari strategi peningkatan luas tambah tanam (LTT) nasional yang harus dimaksimalkan pada bulan Mei ini.

"Ini sebagai bentuk implementasi arahan Presiden Prabowo dalam mewujudkan swasembada pangan nasional," tuturnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan Tim Satgas PSP Kementan juga telah diturunkan ke berbagai daerah untuk memetakan lahan-lahan serupa yang bisa segera diintervensi.

“Kita terus bergerak, mengerahkan seluruh sumber daya yang ada. Mulai dari pompa air yang sudah kita distribusikan hingga alsintan yang kita optimalkan, baik dari stok eksisting maupun pengadaan baru tahun ini,” tegasnya.

Provinsi Jawa Tengah menunjukkan capaian luar biasa dalam realisasi tanam. Provinsi itu pada Mei 2025 awalnya luas tanam ditargetkan 180 ribu hektare, namun diyakini bisa naik signifikan hingga 282 ribu hektare.

"Ini hasil sinergi antara pemerintah pusat, daerah, penyuluh, dan petani,” ujar Andi

Diketahui upaya percepatan tanam juga berlangsung di Provinsi Banten. Kegiatan tanam digelar di Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, sebagai bentuk konkret dukungan daerah terhadap program nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.