Sprinter Legendaris Fraser-Pryce Akui Sulit Menjaga Keseimbangan Antara Keluarga dan Karir
Jumat, 16 Mei 2025, 08:00 WIBPARIS â Sprinter legendaris asal Jamaika, Shelly-Ann Fraser-Pryce, mengakui bahwa menjaga keseimbangan antara kehidupan keluarga dan karir di lintasan semakin sulit dijalani, terutama di masa-masa terakhir karirnya.
Atlet berusia 38 tahun yang menyandang status sebagai pelari wanita paling berprestasi sepanjang sejarah itu berbicara dalam konferensi pers di Doha, Kamis (16/5), menjelang penampilan perdananya di ajang Diamond League setelah tiga tahun absen.
Fraser-Pryce menyebut kehidupannya bersama sang putra, Zyon, yang kini berusia tujuh tahun, sebagai âkacau tapi penuh warna.â Zyon sebelumnya mencuri perhatian dunia pada Kejuaraan Dunia Atletik 2019 di Doha, saat sang ibu menggendongnya mengelilingi lintasan usai memenangi nomor 100 meter.
âSekarang kami punya PR (dari sekolah Zyon), lalu saya masih tetap harus berlatih pukul 5 pagi. Terus terang, setahun terakhir ini terasa sangat sulit karena dia sudah mulai sadar banyak hal dan aktif di sekolah,â ujar Fraser-Pryce.
âKami punya begitu banyak kesibukan, jadi membagi waktu di antara semua hal itu sangat menantang. Ada hari-hari yang baik, dan ada hari-hari yang tidak begitu baik.â
Dalam dua tahun terakhir, Fraser-Pryce juga kerap viral di media sosial karena kecepatannya yang luar biasa saat mengikuti lomba lari orang tua di hari olahraga sekolah Zyon. Dalam video tersebut, ia tampak berlari hampir secepat saat bertanding di level dunia, meninggalkan peserta lain puluhan meter di belakang.
Dengan senyum lebar, juara Olimpiade 100 meter tahun 2008 dan 2012 itu mengatakan bahwa ia tak pernah setengah hati jika menyangkut kebanggaan sang anak.
âPenting bagi saya untuk hadir sebagai diri saya sendiri untuk anak saya. Melihat rasa bangga dan kebahagiaan di wajahnya saat saya menyentuh garis finis adalah momen yang benar-benar istimewa,â ungkapnya.
Fraser-Pryce diperkirakan akan pensiun pada akhir musim ini. Namun ia tetap antusias menyambut lomba 100 meter yang akan digelar Jumat (17/5) di Doha, di mana ia akan berhadapan dengan bintang muda Jamaika, Tia Clayton.
âSaya sangat menantikan hari esok, saya berharap bisa tampil spektakuler dan saya sangat bersemangat,â tutupnya.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Ojek Pangkalan-Ojek Online Akhirnya Rukun, Kenapa Harus Bentrok Dulu
-
Saat Pasar Goyang, Emas Digital Justru Makin Laris
-
Bupati Karawang Lantik 9 Kepala Desa Terpilih Hasil Pilkades Digital
-
Pengguna Angkutan Umum Selama Nataru 2025/2026 Mencapai 21,46 Juta Orang
-
Indonesia Perlukan ketajaman Hadapi Malaysia
-
Seorang Pendaki Hilang di Jalur Kawah Ijen Banyuwangi
-
NTB Siapkan Mekanisme Penyelesaian Sengketa Pemanfaatan Ruang Laut
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.