Musim Durian Tiba, Badui Mulai Meramaikan Lapak Buah Rangkasbitung

Minggu, 09 Agu 2026, 21:55 WIB

LEBAK – Sepekan terakhir, aroma khas durian mulai menyapa sejumlah sudut Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten. Para pedagang buah kembali menjajakan durian Badui yang didatangkan langsung dari wilayah pedalaman.

Buah yang dikenal dengan cita rasa khas tersebut menjadi salah satu penanda datangnya musim durian sekaligus menghadirkan peluang ekonomi bagi pedagang dan masyarakat yang terlibat dalam rantai perdagangan dari kebun hingga ke tangan konsumen.

Ket. Foto: Pedagang di Jalan Hardiwinangun Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Banten, melayani pembeli durian Badui yang kini mulai memasuki musim panen. — Sumber: ANTARA/ Mansur

Bagi warga Rangkasbitung, kemunculan lapak-lapak durian Badui bukan sekadar urusan menikmati buah musiman, tetapi juga menjadi cerita tentang hasil bumi pedalaman yang bergerak menuju pasar perkotaan.

‎"Kami sejak sepekan terakhir ini menjajakan durian Badui dan bisa menghasilkan omzet Rp12 juta per hari," kata Aming (45) seorang pedagang durian di Jalan Hardiwinangun Rangkasbitung, Lebak, Minggu (9/8).

‎Durian Badui banyak diminati masyarakat Rangkasbitung dan sekitarnya, juga dari Tangerang hingga Jakarta.

‎Pedagang durian Badui menjajakan durian di sejumlah lokasi antara lain di Jalan Gang Kibun, Jalan Multatuli, Jalan Hardiwinangun, Jalan Sunan Kalijaga dan jalan selatan Stasiun Rangkasbitung.

‎Juga di jalan menuju kawasan Badui, seperti Jalan Aweh - Cimarga - Leuwidamar serta Gunungkencana.

‎‎Aming mengatakan dirinya menerima buah durian yang dipasok dari petani Badui hingga ribuan butir dengan harga Rp25 juta.

‎Harga durian yang dijual itu tergantung kualitas dan besarnya, mulai Rp50 ribu hingga Rp200 ribu per butir.

‎Dari modal Rp25 juta itu bisa meraup keuntungan bersih sekitar Rp10 juta sampai habis terjual.

‎"Kami menghasilkan pendapatan itu hanya pada musim panen durian khas Badui saja, sedangkan jika tidak musim durian berjualan pisang dan kelapa," katanya.

‎Begitu juga Ade (60) seorang pedagang durian di Gang Kibun Rangkasbitung mengaku dirinya sudah puluhan tahun berjualan buah durian Badui yang cukup menguntungkan, karena banyak konsumen memburu buah durian Badui itu.

‎"Kami hari ini seperti kewalahan melayani pembeli durian yang kebanyakan dari Jakarta,sehingga bisa meraup omzet Rp50 juta," katanya.

‎Sekretaris Desa Kanekes Kabupaten Lebak Medi mengatakan sejak dua pekan terakhir ini masyarakat Badui memanen buah durian dan dikirim keluar daerah.

‎Sebagian besar masyarakat Badui memiliki perkebunan durian dan menjadi sumber pendapatan mereka.

‎"Ekonomi kami terbantu dengan panen durian ini," katanya.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar mengatakan hingga kini durian Badui itu menjadi sumber pendapatan masyarakat Badui, mulai petani, penampung, pedagang pengecer hingga buruh pemetik dan buruh panggul.

‎Pemerintah daerah mendorong masyarakat Badui meningkatkan kualitas durian dan memperluas perkebunan durian guna meningkatkan produksi dan pendapatan.

‎"Kami meyakini perputaran uang dari durian ini bisa mencapai miliaran rupiah per musim panen," kata Rahmat.

  • Durian Badui

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.