Tren Lazy Hairscaping Makin Diminati, Solusi Praktis untuk Rambut Lepek Hadir
Minggu, 09 Agu 2026, 23:10 WIBJAKARTA â Gaya hidup yang semakin dinamis turut mengubah kebiasaan masyarakat dalam merawat rambut. Salah satu tren yang berkembang adalah lazy hairscaping, yakni pendekatan perawatan dan penataan rambut yang mengutamakan kepraktisan dengan usaha seminimal mungkin.
Tren tersebut semakin relevan di Indonesia yang memiliki iklim panas dan lembap. Kondisi tersebut dapat membuat kulit kepala lebih cepat berminyak sehingga rambut mudah terlihat lepek dan kehilangan volume. Bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi, kondisi ini menjadi persoalan tersendiri ketika tidak memiliki cukup waktu untuk keramas atau menata ulang rambut.
Kebutuhan terhadap solusi perawatan rambut praktis pun terlihat dari perkembangan kategori dry shampoo. Data internal Sociolla menunjukkan pencarian produk dry shampoo meningkat lebih dari 50%. Sementara itu, kategori haircare tumbuh lebih dari 15% secara tahunan (year-on-year/YoY), dengan produk hair treatment menjadi salah satu pendorong pertumbuhan.
Di dalam kategori tersebut, dry shampoo tercatat sebagai salah satu subkategori dengan pertumbuhan tercepat, yakni lebih dari 35% YoY. Angka tersebut menunjukkan meningkatnya kebutuhan konsumen terhadap produk yang dapat membantu menyegarkan rambut di sela-sela aktivitas.
Temuan internal Woshday juga menunjukkan lebih dari 60% responden mengaku sering mengalami kulit kepala berminyak. Lebih dari 70% responden menggunakan dry shampoo sebagai solusi untuk mengatasi rambut lepek.
Namun, penggunaan dry shampoo masih menghadapi sejumlah kendala. Residu putih yang sulit dibaurkan serta aplikasi yang kurang presisi menjadi beberapa persoalan yang dialami konsumen.
Mengembangkan Dry Shampoo Non-Aerosol
Menjawab kebutuhan tersebut, celebrity hairstylist sekaligus certified trichologist Rey Nathanael memperkenalkan Woshday Dry Shampoo Puff. Produk ini merupakan dry shampoo non-aerosol yang dirancang untuk membantu mengatasi rambut lepek dan kulit kepala berminyak secara cepat.
Produk tersebut dilengkapi puff applicator yang memungkinkan formula diaplikasikan secara lebih terarah pada bagian rambut yang membutuhkan. Penggunaan aplikator tersebut juga diklaim membantu mengurangi risiko munculnya residu putih.
"Seiring berkembangnya kebutuhan konsumen, kami melihat perawatan rambut kini tidak lagi berhenti pada saat keramas. Banyak orang membutuhkan solusi yang dapat membantu menjaga rambut tetap segar di sela-sela aktivitas, namun masih menghadapi berbagai tantangan saat menggunakan dry shampoo, seperti residu putih atau aplikasi yang kurang presisi," ujar Rey Nathanael, Founder Woshday.
Menurut Rey, pengembangan produk tersebut juga mengacu pada pendekatan scalp-first haircare, yang menempatkan kesehatan kulit kepala sebagai bagian penting dari perawatan rambut.
Woshday Dry Shampoo Puff menggunakan Willow Bark Extract yang disebut membantu menyerap minyak berlebih pada pangkal rambut. Formula tersebut juga mengandung Amitose⢠R, turunan asam amino yang ditujukan untuk membantu menjaga scalp barrier, serta Allantoin yang dikenal memiliki fungsi menenangkan kulit.
Kombinasi bahan tersebut ditujukan untuk membantu mengontrol minyak sekaligus menjaga kenyamanan kulit kepala ketika produk digunakan di sela-sela aktivitas.
Dry Shampoo Bukan Pengganti Keramas
Rey mengatakan rambut lepek tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan penampilan. Kondisi kulit kepala juga perlu diperhatikan karena menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan rambut.
"Banyak orang menganggap rambut lepek hanya sebagai masalah penampilan, padahal kondisi kulit kepala juga menjadi salah satu indikator kesehatan rambut secara keseluruhan. Menjaga kebersihan dan keseimbangan kulit kepala merupakan fondasi penting untuk mendukung pertumbuhan rambut yang sehat," kata Rey.
Karena itu, penggunaan dry shampoo menurutnya sebaiknya ditempatkan sebagai solusi sementara ketika seseorang membutuhkan penyegaran rambut di tengah aktivitas, bukan sebagai pengganti keramas secara rutin.
Untuk memperoleh hasil optimal, produk dapat diaplikasikan pada bagian pangkal rambut yang berminyak. Setelah itu, rambut ditepuk perlahan menggunakan puff applicator dan diratakan dengan jari hingga produk menyatu dengan rambut sebelum kembali ditata.
Melengkapi Rutinitas Perawatan Rambut
Selain Dry Shampoo Puff, rangkaian perawatan Woshday juga mencakup Scalp Purifying Shampoo dan Hair Volumizing Conditioner. Ketiga produk tersebut ditujukan untuk melengkapi rutinitas perawatan rambut, mulai dari menjaga kebersihan kulit kepala hingga mempertahankan tampilan rambut agar tetap segar dan bervolume.
Perkembangan kebutuhan terhadap produk perawatan rambut praktis juga terlihat dari perubahan perilaku konsumen. Social Bella menilai konsumen semakin mencari produk yang dapat mengikuti mobilitas dan aktivitas sehari-hari.
"Kami melihat konsumen semakin mengutamakan produk yang mampu mengikuti gaya hidup mereka yang aktif. Haircare kini tidak lagi dipandang sebagai rutinitas pelengkap, tetapi telah menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari untuk menjaga rasa percaya diri," ujar Chrisanti Indiana, Co-founder & CMO Social Bella.
Woshday Dry Shampoo Puff tersedia melalui Sociolla.com dan aplikasi SOCO sejak 30 Juli 2026. Produk tersebut selanjutnya juga akan tersedia melalui TikTok Shop Woshday dan Shopee Woshday Official.
Perkembangan lazy hairscaping menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap perawatan rambut kini tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir, tetapi juga kemudahan penggunaan. Bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi, produk yang dapat digunakan secara cepat di sela aktivitas menjadi salah satu alternatif untuk menjaga tampilan rambut tetap segar tanpa harus melakukan rutinitas perawatan yang panjang.
- Perawatan rambut
- Gaya Hidup
- Kulit Kepala
- tren kecantikan
- beauty
- rambut lepek
- lazy hairscaping
- dry shampoo
- haircare
- rambut berminyak
- perawatan rambut praktis
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Tiongkok Kerahkan Bomber H-6 Dekati Pangkalan Militer AS di Jepang
-
Tren Kopi dan Gaya Hidup Urban Diangkat Lewat Kampanye Berbasis Pengalaman Pelanggan
-
10 Kota Paling Ramah Pejalan Kaki di Dunia Tahun 2026 Menurut Survey Time Out
-
Antisipasi El Nino, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB Minta Petani Hemat Air
-
Pemkot Serang Revisi Perda Pekat untuk Tekan Peredaran Miras dan THM
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.