Satu Hari Bersama Paus Fransiskus, Berkah Besar Pedagang Kecil di GBK, Omzet Tembus Rp150 Juta
Jumat, 16 Mei 2025, 16:28 WIBJAKARTA - Kunjungan apostolik Paus Fransiskus ke Indonesia pada 3 hingga 6 September 2024 membawa kesan mendalam dan berkah tak terduga bagi banyak orang.
Salah satunya dirasakan oleh pasangan suami istri pedagang minuman, Inna Tania dan Joni Trianto, yang sukses meraup omzet hingga Rp150 juta dalam satu hari saat berjualan di perayaan Misa Kudus di kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, 5 September 2024.
Berjualan di ajang religius berskala internasional tersebut bukan hal yang mudah. Joni dan Inna bahkan terpaksa meminjam uang Rp6 juta sebagai modal usaha dan sewa booth. Dari nilai itu, 4 juta rupiah digunakan untuk menyewa tenda dagang di kawasan Stadion Madya GBK.
Namun, justru dari tempat yang dianggap kurang strategis inilah, keberuntungan berpihak.
âKami pikir lebih ramai di Stadion Utama, tapi ternyata anak-anak sekolah yang ditempatkan di Stadion Madya justru jadi pembeli terbanyak kami. Kami sampai kewalahan,â tutur Joni saat ditemui di Gading Serpong, Kamis (15/5).
Dalam satu hari, pasangan ini berhasil menjual ribuan gelas minuman berbagai varian, mulai dari es teh manis hingga minuman kekinian seperti taro dan Thai tea, dengan harga Rp10.000 hingga Rp20.000 per gelas. Mereka juga menjual air mineral dan bakso kemasan dengan merek milik sendiri, "TuTea", yang telah didaftarkan ke HAKI.
âSungguh tak disangka. Dari pinjaman Rp6 juta, kami bisa bayar utang, memperbaiki atap rumah yang bocor, membeli perlengkapan rumah tangga, dan bahkan membeli mobil APV bekas untuk mendukung usaha kami,â ungkap Inna penuh syukur.
Perjalanan hidup Joni dan Inna bukan tanpa liku. Mereka sempat bekerja di hotel-hotel berbintangâJoni sebagai housekeeper di Four Seasons dan Inna sebagai resepsionis di Le Meridien.
Namun, pasca-renovasi hotel dan pemutusan hubungan kerja, roda kehidupan mereka berubah drastis.
âSaya dulu sering melayani tamu VVIP, bahkan pernah dipercaya saat Pangeran Charles menginap. Tapi saat hotel direnovasi, kami diberhentikan dan janji rekrut ulang tidak terealisasi,â kenang Joni.
Mereka sempat membuka warung bubur ayam di kawasan UI, Depok. Namun pandemi COVID-19 memaksa mereka berhenti berjualan karena pembatasan kegiatan.
Kehidupan kembali kembang-kempis hingga akhirnya mereka mulai memproduksi bakso sendiri dari stok daging 2 kg di kulkas.
Inna pun kembali mengandalkan relasi lamanya saat masih bekerja di hotel untuk memasarkan bakso buatan sang suami. Dari mulut ke mulut, usaha mereka berkembang, bahkan kini memiliki sejumlah reseller.
Berkah Tak Terlupakan
Momentum saat Misa Kudus Paus Fransiskus di GBK menjadi puncak dari berkah yang mereka rasakan. Ribuan umat Katolik yang hadir tidak hanya mengikuti misa dengan tertib, tapi juga antusias membeli produk-produk UMKM yang tersedia.
âKami benar-benar tidak menyangka, dari pengalaman berjualan yang sering rugi, kali ini omzet menembus Rp150 juta. Ini rejeki yang luar biasa,â ujarnya.
Uniknya, sebagai pasangan Muslim, mereka sempat menerima cibiran karena berjualan di acara umat Katolik. Namun mereka justru melihat Paus Fransiskus sebagai tokoh universal yang membawa kedamaian lintas agama.
âPaus Fransiskus bukan hanya milik umat Katolik, tapi tokoh dunia. Kehadirannya justru menjadi sarana Allah menyampaikan berkah bagi banyak orang, termasuk kami,â jelas Joni.
Kini, Joni dan Inna melanjutkan usaha dengan menjual aneka minuman dan makanan ringan di berbagai acara, juga membuka layanan katering kecil-kecilan. Mobil APV bekas yang mereka beli kini menjadi âdapur berjalanâ untuk mobilitas dan kegiatan jualan mereka.
âKami masih belum sepenuhnya mapan, tapi hari itu bersama Paus Fransiskus benar-benar mengubah hidup kami. Semoga beliau damai di sisi Tuhan dan suatu hari Paus selanjutnya bisa kembali ke Indonesia,â harap Inna.
Kisah Joni dan Inna bukan sekadar cerita sukses sesaat, melainkan gambaran nyata bagaimana semangat kerja keras, keberanian mengambil risiko, dan momen ilahi bisa mengubah nasib seseorang dalam sekejap.
- Kunjungan Apostolik Paus Fransiscus
Redaktur: Sriyono
Penulis: Henri pelupessy
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.