Presiden Prabowo: PUIC Semakin Relevan Hadapi Tantangan dan Polarisasi Global

Jumat, 16 Mei 2025, 03:06 WIB

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) merupakan wadah penting dalam menghadapi tantangan global yang kian kompleks.

Kepala Negara saat mengawali pidato sambutannya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (14/5) malam, menyebut PUIC semakin relevan di tengah polarisasi dunia. “Perkumpulan negara Islam ini lahir dari kesadaran bersama bahwa dunia Islam membutuhkan wadah kebersamaan antara lembaga parlemen dalam menghadapi tantangan global dan untuk membela kepentingan umat Islam di manapun,” katanya diikuti dalam jaringan (daring) Sekretariat Presiden di Jakarta, Kamis (15/5).

Ket. Foto: — Sumber: Koran Jakarta/M. Fachri

Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi dan harapan besar terhadap peran PUIC sebagai jembatan diplomasi parlementer yang memperkuat solidaritas antarnegara Islam, menyuarakan keadilan, dan menawarkan solusi atas berbagai persoalan pelik di tingkat global.

Menurut Kepala Negara, kolaborasi antarparlemen Islam menjadi instrumen strategis dalam mendorong tatanan dunia yang lebih adil dan damai.

Presiden juga menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia sebagai tuan rumah Sidang Ke-19 PUIC. “Hari ini, saya berbicara dengan wakil-wakil dari seperempat manusia yang ada di bumi ini. Saudara-saudara adalah wakil-wakil dari seluruh umat Islam, dari negara-negara Islam di dunia,” katanya.

Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan bahwa PUIC punya pengaruh untuk mengubah tatanan dunia dan membawanya ke arah yang lebih baik. “Marilah pada kesempatan ini PUIC memperkuat peran untuk dapat ikut menentukan arah perubahan tatanan dunia yang lebih baik,” kata Puan.

Ditegaskan bahwa PUIC juga harus makin solid yang ditunjukkan dengan kebersamaan dan solidaritas sebagai sesama anggota negara OKI dalam forum-forum internasional.

Puan mengatakan bahwa PUIC berisikan anggota parlemen yang mewakili cara pandang dan aspirasi rakyat dari berbagai negara.

Oleh karena itu, kata dia, rekomendasi-rekomendasi yang dihasilkan oleh PUIC juga membutuhkan peran pemerintah masing-masing negara.

Ia mengatakan bahwa PUIC punya kekuatan untuk mencegah persaingan kekuatan politik dan ekonomi menjadi penentu arah kebijakan global. “Kita tidak dapat membiarkan tatanan dunia berkembang secara alamiah, membiarkan persaingan kekuatan politik dan ekonomi menentukan segalanya,” kata Puan.

Konferensi Ke-19 PUIC yang bertepatan dengan peringatan ke-25 tahun (silver jubilee) PUIC sejak didirikan pada tahun 1999 itu ihadiri oleh 450 delegasi parlemen negara-negara OKI dari 38 negara, termasuk 10 negara observer.  Ant/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.