Haaland Bidik Trofi Piala FA untuk Selamatkan Musim Buruk City

Jumat, 16 Mei 2025, 07:25 WIB

MANCHESTER – Striker Manchester City, Erling Haaland, menegaskan bahwa timnya harus memenangkan final Piala FA akhir pekan ini guna menyelamatkan harga diri setelah menjalani musim yang dia sebut sebagai “mengerikan”.

City akan menghadapi Crystal Palace di Wembley, Minggu (18/5) dinihari WIB, dan berupaya keras menghindari musim tanpa trofi untuk pertama kalinya sejak tahun pertama Pep Guardiola memimpin pada tahun 2016/17.

Ket. Foto: Striker Manchester City, Erling Haaland. — Sumber: AFP

Saat ini, The Citizens duduk di peringkat keempat klasemen Liga Inggris, tertinggal 18 poin dari juara baru Liverpool. Mereka pun masih harus berjuang mengamankan tiket Liga Champions dalam dua laga terakhir liga.

Kiprah di Eropa juga berakhir tragis. City tersingkir dari Liga Champions sebelum babak 16 besar, disingkirkan Real Madrid di babak play-off—kali pertama sejak 2012 mereka gagal mencapai fase gugur utama.

“Musim ini sangat berat,” ujar Haaland kepada BBC. “Kalah dalam banyak pertandingan itu tidak menyenangkan. Sangat membosankan. Karena itu kami harus menutup musim ini dengan baik dan membawa pulang trofi.”

Piala FA kini menjadi satu-satunya harapan Manchester City untuk meraih gelar musim ini. Bagi Haaland, mencapai final di Wembley memang sudah jadi kebiasaan penting, tapi kali ini nilainya jauh lebih besar.

“Penting untuk memenangkan trofi. Dalam musim yang mengerikan, kami masih bisa sampai di titik ini,” tambahnya.

Haaland kemungkinan akan turun sebagai starter di final setelah pulih dari cedera otot yang membuatnya absen enam pekan. Ia tampil kembali saat City ditahan imbang 0-0 oleh Southampton pekan lalu.

Absennya beberapa pemain kunci, termasuk gelandang peraih Ballon d’Or Rodri yang menepi lama karena cedera lutut, serta cedera beruntun di lini belakang, memang memengaruhi performa tim. Namun Haaland menolak menjadikan itu sebagai alasan.

“Tentu saja kami mengalami banyak cedera musim ini. Tapi kami tidak seharusnya mencari-cari alasan,” tegas pemain asal Norwegia itu.

“Setiap pemain tidak tampil maksimal. Kalau kamu tidak berada di level terbaik, kamu tidak akan menang di liga ini, karena persaingannya terlalu ketat.”

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.