21 Calon Haji Orang Asli Papua Diberangkatkan ke Tanah Suci

Jumat, 16 Mei 2025, 21:40 WIB

MANOKWARI – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Papua Barat menyebutkan sebanyak 21 calon haji orang asli Papua dari dua provinsi, yaitu Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya diberangkatkan ke Tanah Suci.

Kepala Kanwil Kemenag Papua Barat, Luksen Jems Mayor, di Manokwari, Jumat (16/5), mengatakan 21 calon haji itu merupakan bagian dari 723 calon haji asal Papua Barat dan Papua Barat Daya yang akan menunaikan rukun Islam kelima.

Ket. Foto: Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Papua Barat Luksen Jems Mayor saat memberikan sambutan pada pelepasan keberangkatan jamaah calon haji 1446 Hijriah di Manokwari, Jumat (16/5/2025). — Sumber: ANTARA

"Sebanyak 21 calon haji orang asli Papua itu terdiri atas 12 orang dari Fakfak, lima orang dari Raja Ampat, dua orang dari Kota Sorong, serta masing-masing satu orang dari Teluk Wondama dan Teluk Bintuni," kata Luksen.

Dia menyebutkan seluruh jemaah calon haji asal Papua Barat dan Papua Barat Daya tergabung dalam dua kelompok terbang (kloter) yaitu Kloter 23 dan Kloter 25.

Jemaah calon haji Kloter 23 telah diberangkatkan menuju Embarkasi Makassar, Sulawesi Selatan, pada 16 Mei 2025 dan akan melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi pada 17 Mei 2025.

"Kalau Kloter 25 masuk Embarkasi Makassar pada tanggal 18 Mei 2025 dan terbang ke Arab Saudi tanggal 19 Mei 2025," ujar Luksen.

Dia berpesan kepada jemaah calon haji Papua Barat dan Papua Barat Daya agar menjaga kekompakan, kesehatan fisik dan mental, serta mematuhi ketentuan selama menunaikan ibadah haji.

Menurut dia, rangkaian ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi lebih menekankan pada perjalanan batin agar mampu menjadi pribadi yang sabar, ikhlas, dan beriman.

"Patuhi aturan-aturan yang berlaku di Arab Saudi, dan jaga nama baik daerah, bangsa, dan negara," kata Luksen.

Dia juga mengingatkan seluruh perangkat kloter, ketua kloter, pembimbing ibadah, petugas haji daerah, dan dokter kloter agar memberikan pelayanan yang optimal bagi jemaah calon haji.

Jemaah lansia harus mendapat perhatian prioritas selama pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi, sehingga bisa kembali ke tanah air dengan sehat dan selamat.

"Para petugas haji hendaknya siap siaga 24 jam dalam melayani jemaah," ujar Luksen.

  • Calon Haji

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.