Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wagub Sulbar Menawarkan Peluang Investasi Komoditas Kelapa

📅 Kamis, 15 Mei 2025, 21:39 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wagub Sulbar Menawarkan Peluang Investasi Komoditas Kelapa Doc: ANTARA
Ket. Wakil Gubernur Sulbar, Salim S Mengga, saat menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) Triwulan II tahun 2025 di Aula Pogombo Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Kamis (15/5).

MAMUJU – Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S Mengga, menawarkan peluang investasi komoditas kelapa kepada sejumlah pengusaha melalui skema kemitraan langsung bersama petani.

"Kami telah melakukan pertemuan dengan sejumlah pengusaha dan mereka tertarik berinvestasi komoditas kelapa di Sulbar," kata Salim Mengga, usai menerima audiensi sejumlah pengusaha di Palu Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (15/5).

Kehadiran Wagub Sulbar di Kota Palu tersebut dalam rangka menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) Triwulan II tahun 2025 yang digelar oleh Bank Indonesia (BI) di Aula Pogombo Kantor Gubernur Sulawesi Tengah.

Kegiatan itu dihadiri perwakilan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dari kawasan Sulampua.

Pertemuan Wagub dengan sejumlah pengusaha tersebut membahas peluang investasi komoditas kelapa di Sulbar dengan skema kemitraan langsung bersama petani.

"Model kemitraan yang ditawarkan investor cukup menarik. Mereka bakal menyediakan bibit kemudian ditanam di lahan milik petani, lalu hasil panennya dibeli kembali untuk diolah dan diekspor. Bahkan, pabrik pengolahannya rencananya akan dibangun langsung di Sulbar," terang Salim Mengga.

Wagub menyampaikan potensi kelapa di Sulbar cukup besar namun belum tergarap maksimal.

"Petani biasanya hanya mengolah hasil panen menjadi kopra atau minyak goreng tradisional. Itu pun masih dikirim dalam bentuk mentah ke luar daerah, seperti Surabaya dan Makassar," ujar Salim Mengga.

Sehingga lanjut Salim Mengga, dengan masuknya investor tersebut, membawa harapan baru bagi pengembangan kelapa di Sulbar.

Kehadiran pengusaha yang ingin berinvestasi di Sulbar tambah Salim Mengga, juga bisa menjadi solusi membuka lapangan kerja sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Dampaknya juga bisa meluas, rantai distribusi dipangkas karena perusahaan langsung terhubung ke petani serta harganya mengikuti mekanisme pasar dan bukan lagi permainan tengkulak," jelas Salim Mengga.

Dua daerah yang jadi fokus awal kemitraan adalah Kabupaten Polewali Mandar dan Majene.

"Survei awal menunjukkan kedua wilayah itu punya potensi besar, mulai dari luas lahan, jumlah petani hingga kesiapan infrastruktur," kata Salim Mengga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.