Transportasi Umum Jakarta Lebih dari Sekadar Angkutan, Ini Manfaatnya

Kamis, 15 Mei 2025, 13:15 WIB

JAKARTA - Kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan transportasi umum setiap hari Rabu menunjukkan dampak positif yang signifikan.

Gubernur Pramono Anung Wibowo mengungkapkan, implementasi Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 6 Tahun 2025 ini berhasil mendongkrak jumlah penumpang Transjakarta hingga 100 ribu orang dalam sehari.

Ket. Foto: Gubernur Pramono Anung Wibowo menargetkan peningkatan pengguna transportasi umum di Jakarta dan sekitarnya mencapai lebih dari 40 persen pada tahun 2029. — Sumber: ANTARA/yds

"Kemarin hasil evaluasi kami dan juga laporan dari Dirut Transjakarta menunjukkan kenaikan yang menggembirakan. Dari 1,3 juta menjadi 1,4 juta penumpang saat ASN diwajibkan naik transportasi umum. Ini artinya, ada 100 ribu orang lebih yang beralih," kata Pramono di Jakarta Timur.

Pramono meyakini, peningkatan ini tidak hanya berasal dari 62 ribu ASN, namun juga melibatkan keluarga mereka yang turut merasakan kemudahan dan efisiensi transportasi publik. Kesuksesan awal ini semakin memantapkan langkah Pemprov DKI untuk melanjutkan kebijakan tersebut dan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan transportasi umum di ibu kota dan wilayah penyangga.

Manfaat Nyata Terasa

Kebijakan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk mengedukasi masyarakat tentang berbagai keuntungan menggunakan transportasi umum. Pengamat transportasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Tatang Sutarma, menilai bahwa langkah Pemprov DKI ini memberikan contoh nyata bagi masyarakat.

"Ketika ASN yang notabene memiliki kendaraan pribadi memilih transportasi umum, ini mengirimkan pesan kuat tentang efisiensi waktu, biaya, dan kontribusi terhadap lingkungan yang lebih baik," ujarnya.

Lebih lanjut, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jakarta, Suci Fitriah Tanjung, menekankan dampak positif kebijakan ini terhadap pengurangan emisi gas buang. 

"Dengan semakin banyak orang beralih ke transportasi umum, kita turut berkontribusi dalam menekan polusi udara yang menjadi masalah serius di Jakarta," katanya.

Salah seorang ASN Pemprov DKI, Rina Wijayanti, mengaku merasakan langsung manfaat menggunakan transportasi umum. "Awalnya memang perlu penyesuaian, tapi ternyata lebih praktis dan bisa menghindari stres akibat kemacetan. Waktu tempuh juga jadi lebih terprediksi," ungkapnya.

Pramono sendiri menargetkan peningkatan pengguna transportasi umum di Jakarta dan sekitarnya mencapai lebih dari 40 persen pada tahun 2029. Dengan tingkat konektivitas transportasi yang sudah mencapai 91 persen, diharapkan semakin banyak warga yang menyadari manfaat menggunakan transportasi umum sebagai solusi mobilitas yang efektif dan berkelanjutan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Yuniar Dwi Setiawati

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.