Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

7 Tanaman Obat untuk Asam Lambung Tinggi yang Ampuh dan Cara Pakainya

📅 Kamis, 15 Mei 2025, 17:52 WIB | Oleh:
7 Tanaman Obat untuk Asam Lambung Tinggi yang Ampuh dan Cara Pakainya Doc: Istimewa

JAKARTA - Tanaman obat untuk asam lambung tinggi telah menjadi pilihan banyak orang yang mencari solusi alami untuk mengatasi gejala tidak nyaman di perut. Jika Kamu termasuk yang sering mengalami sensasi terbakar di dada atau mual setelah makan, beberapa tanaman herbal ini bisa menjadi alternatif yang efektif.

Berdasarkan penelitian dari berbagai lembaga kesehatan ternama di Indonesia, seperti Universitas Gadjah Mada dan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu, sejumlah tanaman terbukti membantu mengatasi asam lambung berlebih.

Disadur dari situs pafibasalale.org, inilah beberapa tanaman obat untuk asam lambung tinggi yang ampuh dan cara pakainya.

1. Kunyit

Kunyit (Curcuma longa) sudah dikenal luas dalam dunia pengobatan tradisional. Penelitian dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga menunjukkan bahwa kunyit mengandung kurkumin yang mampu mengurangi inflamasi pada saluran pencernaan dan menstabilkan produksi asam lambung. Kamu bisa menggunakan kunyit dengan cara merebus dua ruas kunyit yang sudah dikupas dan diiris tipis ke dalam 500 ml air hingga tersisa setengahnya. Minum ramuan ini dua kali sehari sebelum makan.

2. Lidah Buaya

Lidah buaya (Aloe vera) tidak hanya bermanfaat untuk kulit, tetapi juga efektif sebagai tanaman obat untuk asam lambung tinggi. Studi dari Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (BPTOT) membuktikan bahwa gel lidah buaya dapat menenangkan iritasi pada lapisan lambung. Cara penggunaannya cukup mudah, Kamu cukup mengambil gel lidah buaya murni, lalu mencampurkannya dengan air hangat dan diminum sebelum makan.

3. Daun Jambu Biji

Daun jambu biji mengandung flavonoid tinggi yang berguna untuk memperkuat dinding lambung dan mengurangi sekresi asam berlebih. Hasil penelitian di Universitas Sebelas Maret mengungkapkan bahwa konsumsi ekstrak daun jambu biji dapat mempercepat penyembuhan luka di lambung. Rebus 5 lembar daun jambu segar dalam 400 ml air dan minum hangat dua kali sehari.

4. Temulawak

Tanaman temulawak (Curcuma xanthorrhiza) telah lama digunakan dalam jamu-jamuan tradisional. Berdasarkan riset dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, temulawak mengandung zat aktif xanthorrhizol yang berfungsi sebagai antiinflamasi dan antimikroba untuk saluran pencernaan. Cara membuat ramuan temulawak cukup sederhana, yaitu dengan merebus irisan rimpang temulawak dalam 500 ml air dan mengonsumsinya hangat setelah makan.

5. Jahe Merah

Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) dikenal memiliki efek gastroprotektif. Studi dari Universitas Padjadjaran memperlihatkan bahwa senyawa gingerol dalam jahe merah efektif meredakan gejala GERD (gastroesophageal reflux disease). Untuk penggunaan sehari-hari, rebus jahe merah yang telah digeprek, tambahkan madu murni, dan konsumsi sebelum tidur untuk menenangkan lambung Kamu.

6. Daun Dewa

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.