Kick Off Sudirman Gateway: Transformasi Urban Berbasis TOD untuk Mobilitas dan Investasi Masa Depan

Rabu, 14 Mei 2025, 16:30 WIB

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menggelar Kick Off Meeting bertajuk “Sudirman Gateway: Transit Oriented Development (TOD) Project Preparation for Viable Private Investment” pada Rabu (14/5) di Ballroom Jakarta Railway Center, Jakarta. Kegiatan ini menjadi langkah awal strategis dalam pengembangan kawasan Sudirman sebagai simpul mobilitas terintegrasi dan model kawasan berorientasi transit di pusat bisnis ibu kota.

Acara ini dipimpin langsung oleh Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo dan dihadiri oleh jajaran manajemen PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ)—perusahaan patungan KAI dan MRT Jakarta—serta perwakilan Kemitraan Indonesia Australia untuk Infrastruktur (KIAT), yang akan memberikan dukungan teknis dalam penyusunan studi kelayakan dan strategi investasi.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Istimewa

Dalam sambutannya, Didiek menyampaikan bahwa pengembangan kawasan Sudirman Gateway merupakan bagian dari visi besar transformasi transportasi publik nasional.

“Proyek ini bukan sekadar membenahi stasiun. Ini adalah representasi tekad kami untuk membangun kota yang lebih terhubung dan efisien,” tegasnya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/5).

Lebih dari itu, KAI ingin memastikan bahwa setiap pengembangan tidak hanya memperkuat konektivitas, tetapi juga mendorong vitalitas ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kehadiran ruang publik.

“Kami ingin stasiun tidak hanya menjadi tempat transit, tapi menjadi ruang hidup. Sudirman Gateway akan menjadi bukti bahwa infrastruktur dapat menginspirasi peradaban,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan juga penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara MITJ dan KIAT. Kolaborasi ini bertujuan memperbarui studi bisnis dan menyusun model investasi yang menarik bagi mitra swasta, baik domestik maupun internasional.

Kawasan Sudirman dan BNI City yang menjadi lokasi proyek merupakan dua stasiun tersibuk di Jakarta, dengan lebih dari 73.000 penumpang setiap hari kerja. Kawasan stasiun ini akan berperan sebagai hub konsolidasi utama layanan KAI Commuter.

MITJ akan memimpin pembaruan studi kelayakan dengan pendekatan dual scenario (dual base dan dual enhanced), yang mencakup analisis potensi komersial, pemetaan akses pejalan kaki, integrasi moda transportasi, dan pengembangan ruang publik yang inklusif.

Proyek ini mengusung tema besar “Reimagining Sudirman Gateway: Transformasi Perkotaan melalui Mobilitas Tanpa Hambatan, Ruang Publik Inklusif, dan Kehidupan Kota yang Dinamis.”

Empat misi utama proyek tersebut antara lain: Meningkatkan mobilitas multimoda secara efisien dan nyaman; Mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial melalui integrasi ruang campuran; ?Menerapkan prinsip desain berkelanjutan yang responsif terhadap iklim; dan Mewujudkan ruang kota yang adil dan inklusif berbasis prinsip GEDSI.

Didiek juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan kawasan ini. Dukungan dari regulator, pemerintah daerah, investor, hingga masyarakat menjadi kunci sukses implementasi TOD yang sesungguhnya.

“Kami percaya TOD yang efektif bukan hanya soal desain, tapi keberanian untuk menyelaraskan visi antar pihak. KAI akan terus berada di garda depan perubahan ini,” ungkapnya.

Selain aspek infrastruktur, proyek ini juga diharapkan mampu menarik investasi non-farebox melalui pengembangan ritel, co-working space, dan fasilitas publik yang memperkaya pengalaman pengguna. Kenaikan nilai properti, efisiensi waktu tempuh, dan pengurangan emisi juga menjadi nilai tambah dari proyek ini.

Seluruh rangkaian proyek akan dijalankan secara bertahap mulai dari pengumpulan data, penyusunan konsep, konsultasi pasar, hingga finalisasi studi kelayakan sepanjang tahun 2025. KAI berkomitmen untuk menjalankan proyek ini dengan prinsip keterbukaan, keberlanjutan, dan kebermanfaatan publik.

“Kami ingin menjadikan Sudirman Gateway sebagai titik temu antara transportasi masa depan dan ruang hidup yang mendorong terciptanya masyarakat yang lebih berkualitas, memiliki akses setara, mobilitas yang layak, serta lingkungan kota yang sehat dan berdaya saing,” tutup Didiek.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Mohammad Zaki Alatas

Berita Terbaru

Berenang di Danau, Bocah 8 Tahun di Louisiana Meninggal akibat Amuba Pemakan Otak

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

Atas Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar.

Atasi Kekeringan di Lamongan, PU Normalisasi 1,6 KM Sungai & Kerahkan Pompa

Ekosistem Terbuka Dinilai Penting untuk Memperluas Penerapan Agentic AI

Genjot Literasi Pajak Generasi Muda, IKPI Gelar Lomba Cerdas Cermat Nasional

Rumah Sekunder Makin Terjangkau secara Riil, tetapi Stok Hunian Kian Terbatas

Trump Sebut Iran “Runtuh Total”, AS Siapkan “D-Day Ekonomi” untuk Teheran

81 Miles for Indonesia, XLSmart Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi

Kelola Penuaan Kulit secara Personal dengan Pendekatan Perawatan Berlapis

Yili Tebarkan Keceriaan HUT RI ke-81 kepada 2.000 Anak di Lima Rusun

Gokuniku Resmi Buka di Jakarta, Hadirkan “Japan’s Ultimate Meat Experience”

Pendakian Gunung Sindoro, KPALH Gandawesi Bawa Pesan Jaga Alam.

Lansia Terdampak Gempa Manggarai Jadi Perhatian, Khofifah Dorong Pendampingan Psikososial.

Pemprov DKI Boyong 23 UMKM Binaan ke Pameran CISMEF 2026 di Guangzhou Tiongkok

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.