Bradley Wiggins Akui Kecanduan Kokain Usai Pensiun dari Balap Sepeda

Rabu, 14 Mei 2025, 08:00 WIB

LONDON— Legenda balap sepeda asal Inggris, Bradley Wiggins, mengungkapkan dirinya sempat menjadi pecandu kokain setelah pensiun dan mengaku beruntung masih bisa bertahan hidup.

Wiggins, peraih lima medali emas Olimpiade dan juara Tour de France 2012, mengaku telah berhenti menggunakan narkoba sejak setahun lalu. Namun, masa kelam itu membuat dua anaknya nyaris memasukkannya ke pusat rehabilitasi karena khawatir kebiasaannya bisa berujung fatal.

Ket. Foto: Legenda balap sepeda asal Inggris, Bradley Wiggins, peraih lima medali emas Olimpiade dan juara Tour de France 2012. — Sumber: AFP

“Ada masa di mana putra saya mengira saya akan ditemukan tewas di pagi hari,” kata Wiggins kepada The Observer. “Saya adalah pecandu yang masih bisa berfungsi. Orang-orang tidak menyadarinya. Saya sering dalam kondisi teler selama bertahun-tahun.”

Pria 45 tahun itu kini rutin mengikuti sesi terapi dan menyebut dirinya jauh lebih berdamai dengan diri sendiri. “Saya berjalan di atas tali. Saya sadar punya masalah besar. Saya harus berhenti. Saya beruntung masih di sini,” ucapnya.

Wiggins mengaku perjuangan melawan kecanduan berakar dari pilihan buruk yang ia buat sendiri, serta rasa benci pada diri sendiri yang terus meningkat. “Itu bentuk menyakiti diri sendiri. Itu bukan sosok yang saya inginkan. Saya menyadari saya telah menyakiti banyak orang di sekitar saya.”

Sejak pensiun pada tahun 2016, Wiggins juga pernah berbicara soal masa lalunya yang penuh trauma, termasuk hubungan buruk dengan ayahnya dan pengakuan bahwa ia pernah menjadi korban pelecehan oleh seorang pelatih saat masih anak-anak.

Dia menyebut mantan pebalap yang tersandung doping, Lance Armstrong, sebagai salah satu sosok yang membantu proses pemulihannya, bahkan menawarkan untuk membiayai terapi.

“Kecanduan saya adalah cara untuk meredakan luka yang saya bawa selama ini,” ujar Wiggins dalam wawancaranya dengan Cycling Weekly. “Saya masih dalam proses memahami semua ini, tapi sekarang saya merasa jauh lebih bisa mengendalikan diri dan mengenali pemicunya. Itu hal besar bagi saya.”

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.