- Home
-
- Luar Negeri
-
- AS dan Tiongkok Bersiap un...
AS dan Tiongkok Bersiap untuk Perundingan Dagang
Sabtu, 10 Mei 2025, 19:17 WIBTOKYO - Para negosiator utama Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok akan mengadakan diskusi tentang tarif di Swiss pada Sabtu (10/5). Ini akan menjadi pembicaraan perdagangan resmi pertama antara kedua pihak sejak Presiden AS Donald Trump memberlakukan apa yang disebutnya tarif timbal balik.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Perwakilan Perdagangan Jamieson Greer akan bertemu dengan kepala kebijakan ekonomi Tiongkok, Wakil Perdana Menteri He Lifeng, selama dua hari.
Pada April lalu, Washington DC mengenakan tarif tambahan sebesar 145 persen terhadap barang-barang dari Tiongkok. Negara itu menyerang balik dengan menaikkan tarif bagi produk-produk AS hingga 125 persen.
Beijing mengatakan pihaknya masih menentang keras apa yang disebutnya "penyalahgunaan tarif oleh AS". Tiongkok juga mengindikasikan bahwa pihaknya tidak akan berkompromi dengan mudah.
Trump mengatakan di Truth Social pada Jumat (9/5) bahwa Tiongkok harus membuka pasarnya bagi AS. Ia mengatakan, hal itu "akan sangat baik" bagi Beijing dan mengisyaratkan dapat menurunkan tarif hingga 80 persen.
Namun, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menarik kembali pernyataan tersebut dengan mengatakan, "Itu hanya sekadar angka yang disebutkan Presiden."
Ia menambahkan bahwa pemotongan apa pun yang dilakukan AS akan membutuhkan langkah dari Tiongkok. Leavitt menambahkan, "Presiden masih tetap pada pendiriannya bahwa ia tidak akan secara sepihak menurunkan tarif terhadap Tiongkok. Kita perlu melihat konsesi dari mereka juga."Â NHK/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Berbagai Sumber, Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
AS Membentuk Komando Pasukan Khusus Penjaga Pantai untuk Mendukung Kebutuhan Penyitaan Kapal Musuh
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
Amerika Serikat dan Vietnam Bersatu, Dominasi Tiongkok di Industri Chip Terancam Runtuh
-
Lidah Warga Tiongkok Mulai Jatuh Hati pada Makanan Olahan RI
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
AS Cabut Larangan, Rajungan Gillnet RI Bebas Masuk Pasar AS Lagi
-
Kemhan Bantah Amerika Serikat Bebas Lintas Udara di MDCP: Kedaulatan RI Jadi Prioritas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.