Wakil Kepala Bappenas: Perubahan iklim bukanlah mitos
Kamis, 08 Mei 2025, 21:00 WIBJakarta -- Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Badan PPN/Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menegaskan bahwa perubahan iklim bukan mitos.
âPerubahan iklim bukanlah mitos. Kita dapat dengan mudah melihat dampak perubahan iklim terhadap kehidupan kita sehari-hari,â ucapnya dalam agenda Public Dialogue: Shaping Tomorrow: Intergenerational Action Towards A Low-Carbon and Green Economy di Jakarta, Kamis.
Dia menjelaskan bahwa perubahan iklim bukan hanya masalah satu negara, tetapi juga problem manusia dan peradaban.
Karena itu, dalam rangka mengatasi persoalan tersebut, maka harus dilakukan secara bersama. Walaupun ada negara-negara besar dan kuat secara militer maupun ekonomi, tetapi dibutuhkan kolaborasi untuk mengatasi perubahan iklim, tidak bisa sendiri-sendiri.
Upaya menyelesaikan tantangan ini juga ditujukan untuk generasi mendatang agar mereka mampu memiliki kesempatan hidup dan dapat mengembangkan negara mereka masing-masing menjadi lebih baik lagi.
Isu perubahan iklim juga tak hanya harus dibahas oleh Bappenas, lanjutnya, tetapi juga oleh forum-forum internasional, entah berkaitan dengan perdagangan, keamanan politik, hingga pembangunan.
âJadi, mari kita utamakan isu perubahan iklim dan emisi karbon rendah di setiap forum multilateral yang memungkinkan. Karena hanya dengan melakukan itu, kita mungkin bisa mengubah sikap,â ujar Febrian.
Saat menjadi diplomat pada tahun 2007, dia masih berpandangan bahwa perubahan iklim itu hanya mitos belaka. Namun, hampir 12 tahun lamanya hingga 2019, Febrian baru menyadari persoalan ini benar adanya.
âBisakah Anda bayangkan mengubah pemimpin saat ini di negara lain yang masih tidak percaya pada perubahan iklim? Anda akan butuh 12 tahun jika Anda tidak mempersiapkan generasi berikutnya untuk berdiskusi,â ungkap Wakil Kepala Bappenas.
Dirinya menekankan agar isu perubahan iklim dapat dibahas oleh berbagai pemangku kepentingan, dan melakukan inisiatif nyata mengatasi masalah tersebut.
Walaupun mungkin ada sebagian negara yang kesulitan untuk mengatasi soal ini, tetapi menjaga komitmen harus tinggi dengan membuka peluang kolaborasi antar pihak.
âTidak setiap negara memiliki kemampuan untuk membiayai (permasalahan perubahan iklim). Namun, begitu kita menganggap ini sebagai tujuan global, sebagai barang publik, maka saya percaya kita harus bekerja berdampingan, bahu-membahu, untuk dapat mengatasi tantangan peradaban ini. Tidak hanya tantangan nasional, (tetapi juga) tantangan peradaban,â kata Wakil Menteri PPN.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Messi Tinggalkan Laga MLS karena Cedera, Argentina Dihantui Kekhawatiran Jelang Piala Dunia
-
Mendorong Prestasi 23 Peserta MTQ Tingkat Provinsi NTT
-
Blackout Sumatera Bongkar Rapuhnya Ketahanan Listrik Nasional
-
Liga Inggris: Tottenham Selamat, West Ham Terdegradasi di Hari Perpisahan Guardiola dan Salah
-
BNI Tegaskan Peran Strategis Pembangunan Berkelanjutan di Hari Lingkungan Hidup 2026
-
Kemnaker Buka Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3, Targetkan 20 Ribu Peserta
-
Diskon Tumbler Estetik di Jakarta Fair 2026, Lock n Lock Obral Potongan hingga 85 Persen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.