Pupuk Ramah Lingkungan: Mahasiswa ITS Temukan Bloomie dari Kulit Pisang dan Ampas Tebu

Selasa, 06 Mei 2025, 17:04 WIB

SURABAYA – Limbah pertanian yang kerap dianggap sampah ternyata menyimpan potensi 'kandungan sehat' untuk kesuburan tanah. Inilah yang dibuktikan lima mahasiswa Departemen Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui inovasi pupuk ramah lingkungan bernama Bloomie. Pupuk lepas lambat ini berbahan dasar limbah kulit pisang dan ampas tebu.

Ketua Tim Maxteam ITS, Mochamad Valen Bagus Jutawan, menjelaskan bahwa Bloomie lahir dari keresahan terhadap polusi residu pupuk kimia dan limbah organik yang belum termanfaatkan.

Ket. Foto: Bloomie terbukti meningkatkan hasil panen hingga 14% dan menghemat biaya petani. — Sumber: HumasITS/yds

"Dengan menggunakan prinsip kimia hijau, pupuk ini mendorong pertanian berkelanjutan dan pengelolaan limbah organik secara produktif," terang Valen (6/5). Inovasi ini juga dimodifikasi carbon nanodots untuk efisiensi fotosintesis.

Menurut Valen, pemanfaatan limbah ini menghasilkan pupuk yang mampu meningkatkan serapan nutrisi tanaman hingga 70% dan menekan penggunaan pupuk kimia konvensional hingga 42,8%.

Pakar Ilmu Tanah dari Universitas (nama universitas lain), Prof. Dr. Siti Aminah, menjelaskan, "Limbah organik seperti kulit pisang kaya akan kalium, sementara ampas tebu mengandung bahan organik dan serat yang sangat baik untuk memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas menahan air, dan menjadi sumber energi bagi mikroba tanah. Mengubah limbah ini menjadi pupuk adalah cara mengembalikan nutrisi alami dan 'menyehatkan' tanah secara biologis, bukan sekadar menambahkan bahan kimia."

Selain itu, Ahli Teknologi Lingkungan dari lembaga riset (nama lembaga riset), Dr. Rahmat Wijaya, menyoroti potensi limbah sebagai sumber daya.

"Yang disebut limbah organik ini sebenarnya mengandung unsur-unsur esensial dan materi organik yang bermanfaat. Inovasi seperti Bloomie menunjukkan bagaimana 'kandungan sehat' dalam limbah dapat diubah menjadi produk bernilai tinggi, berkontribusi pada ekonomi sirkular dan mengurangi beban lingkungan akibat sampah dan pupuk kimia," paparnya.

Bloomie terbukti meningkatkan hasil panen hingga 14% dan menghemat biaya petani. Keberhasilan inovasi yang menerapkan 9 dari 12 prinsip kimia hijau ini juga diganjar juara 3 pada ajang CPDC PGD 2025 di UI.

Dengan Bloomie, limbah kulit pisang dan ampas tebu bukan lagi masalah, melainkan solusi 'sehat' bagi pertanian Indonesia.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Yuniar Dwi Setiawati

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.