Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengenal Padi Apung: Solusi Bertani Inovatif di Lahan Rawa, Panen Perdana di Tabalong Menjanjikan

📅 Selasa, 06 Mei 2025, 10:41 WIB | Oleh:
Mengenal Padi Apung: Solusi Bertani Inovatif di Lahan Rawa, Panen Perdana di Tabalong Menjanjikan Doc: ANTARA/yds
Ket. Perwakilan Gapoktan Desa Ampukung, Rahmani, menyambut gembira hasil panen perdana varietas Inpari Nutri Zinc yang mencapai enam hingga tujuh ton per hektare.

TABALONG – Gabungan Kelompok Tani Desa Ampukung, Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, kemarin (6/5) menggelar panen perdana sistem pertanian padi apung. Inovasi ini menjadi sorotan karena kemampuannya memanfaatkan lahan lebak atau rawa yang selama ini sulit ditanami, terutama saat musim air dalam.

Padi apung adalah metode budidaya padi di atas permukaan air menggunakan media tanam yang mengapung, seperti gabus styrofoam dan pot. Sistem ini memungkinkan petani untuk tetap bercocok tanam meskipun lahan tergenang air dalam, mengatasi kendala geografis di wilayah rawa.

Perwakilan Gapoktan Desa Ampukung, Rahmani, menyambut gembira hasil panen perdana varietas Inpari Nutri Zinc yang mencapai enam hingga tujuh ton per hektare.

"Kami bahagia sekarang bisa dua kali panen dalam satu tahun dan padi apung ini hasilnya sangat menjanjikan," ungkap Rahmani, mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang memungkinkan petani memanfaatkan lahan lebak.

Inisiatif ini merupakan kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten, Bank Indonesia, serta OJK, yang memberikan bantuan penunjang berupa media tanam apung dan pupuk.

Perwakilan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalsel, Imam Subarka, melihat potensi besar padi apung di wilayah tersebut.

"Kabupaten Tabalong punya lahan yang cukup potensial untuk pengembangan pertanian padi apung, ini solusi adaptif untuk kondisi geografis kita," kata Imam Subarka, menegaskan relevansi teknologi ini untuk daerah rawa.

Pengembangan padi apung di Kalsel sendiri sudah dimulai sejak 2022 di beberapa kabupaten lain. Kesuksesan panen perdana di Tabalong ini diharapkan dapat mendorong adopsi teknologi ini lebih luas untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di lahan rawa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.