Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada! Potensi Angin Kencang di Perairan Manggarai Barat

📅 Senin, 05 Mei 2025, 22:00 WIB | Oleh:
Waspada! Potensi Angin Kencang di Perairan Manggarai Barat Doc: ANTARA/Gecio Viana
Ket. Suasana perairan laut Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

LABUAN BAJO - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau nelayan Manggarai Barat meningkatkan kewaspadaan saat berlayar di perairan laut karena kondisi tinggi gelombang dapat berubah dari yang sudah diprakirakan ketika akan ada awan Cumulonimbus atau awan petir.

"Adanya awan Cumulonimbus ini dapat memicu angin kencang durasi singkat dan juga meningkatkan tinggi gelombang," kata Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Maria Seran dihubungi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin.

Ia menambahkan kondisi gelombang perairan Selat Sape bagian utara diprakirakan dalam kondisi gelombang dalam kategori rendah berkisar 0,4-1 meter, namun untuk perairan bagian selatan kategori tinggi gelombang sedang dapat mencapai 1,5 meter.

Ia juga meminta nelayan dan pelaku aktivitas wisata bahari di Labuan Bajo untuk senantiasa memperhatikan informasi yang disampaikan BMKG demi keselamatan saat berlayar.

"Kami imbau perhatikan dan terus memperbaharui informasi cuaca dan tinggi gelombang dari BMKG untuk keselamatan di laut," katanya.

Ia menjelaskan akhir-akhir ini warga juga merasakan terik panas di Labuan Bajo, walaupun suhu maksimum yang terukur di alat BMKG berkisar 31-32 derajat Celsius.

Labilitas lokal dari dinamika atmosfer ini, ujar dia, membuat pemanasan permukaan tanah yang kuat, didukung oleh suhu permukaan laut di sekitar Manggarai Barat yg masih cukup hangat serta pengaruh angin darat-laut juga bisa memicu tumbuhnya awan konvektif seperti Cumulonimbus dan awan-awan hujan lainnya, terutama pada siang hingga malam hari.

Sebelumnya, Maria juga menjelaskan hujan intensitas ringan hingga sedang dalam dua hari terakhir di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat pada awal musim kemarau disebabkan fenomena tropis Kelvin dan Rossby di atmosfer.

"Fenomena atmosfer tersebut yang sedang melintasi di wilayah NTT termasuk di Manggarai Barat yaitu gelombang atmosfer tropis Kelvin dan Rossby," katanya

Ia menjelaskan saat melintasi suatu wilayah, gelombang atmosfer tropis Kelvin dan Rossby dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, bahkan di tengah musim kemarau.

Gelombang Rossby masih aktif di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur hingga 10 Mei 2025, sedangkan untuk Manggarai Barat kondisi cuaca umumnya cerah berawan pada pagi hari dan mulai berawan pada siang hingga sore dan berpotensi hujan intensitas ringan hingga sedang di siang-malam hari.

"Hujan di musim kemarau adalah sesuatu yang lumrah, karena adanya gangguan atmosfer sementara yang memicu kondisi basah dan fenomena ini umumnya bersifat sementara hingga beberapa hari ke depan," ujarnya.

Ia mengimbau warga Manggarai Barat tetap mewaspadai dampak hujan yang terjadi dengan menghindari beraktivitas di area yang terbuka, seperti lapangan dan persawahan, ketika melihat awan gelap sudah mulai terbentuk untuk menghindari sambaran petir.

"Jika hujan yang terjadi sudah cukup lama, hindari perbukitan dan lereng yang rawan longsor serta perhatikan saat sedang beraktivitas di sungai atau kali yang merupakan daerah hilir, karena ketika hujan terjadi di arah hulu bisa saja terjadi banjir di sungai yang berada lebih di bawah," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.