Taman Siswa Dipertimbangkan Jadi Lokasi Sekolah Rakyat, Mensos: Warisan Ki Hajar Cocok untuk Misi Sosial

Minggu, 04 Mei 2025, 06:15 WIB

YOGYAKARTA — Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf meninjau kompleks pendidikan Taman Siswa di Kota Yogyakarta dalam rangka rencana pembangunan Sekolah Rakyat, sebuah program pendidikan berasrama untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Kunjungan ini diterima langsung oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Wakil Wali Kota Wawan Harmawan, serta perwakilan pengurus Taman Siswa, Ki Gandung Ngadino, pada Sabtu (3/5).

Dalam pernyataannya, Saifullah Yusuf menilai bahwa Taman Siswa, yang merupakan warisan pemikiran pendidikan Ki Hadjar Dewantara, memiliki nilai historis dan filosofis yang sejalan dengan misi sosial Sekolah Rakyat. “Kami sedang menjajaki kemungkinan menggunakan aset milik negara di kawasan Taman Siswa sebagai lokasi sekolah ini. Selain berada di pusat kota, luasannya sekitar 7 hektare, sangat ideal untuk konsep asrama dan pendidikan terpadu,” ujarnya.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Pemkot Yogya

Sekolah Rakyat dirancang sebagai lembaga pendidikan berasrama selama 24 jam yang memadukan pendidikan formal dan pendidikan karakter. Siswa yang diterima berasal dari keluarga kategori miskin ekstrem (Desil 1) dan tidak perlu melalui seleksi akademik, hanya tes kesehatan dan administrasi. Program ini menargetkan jenjang pendidikan dari SD hingga SMA, dengan total kuota awal sebanyak 1.000 siswa.

“Sesuai arahan Presiden, kita perlu memberikan pendidikan yang tidak hanya menyentuh otak, tetapi juga hati dan akhlak. Saat ini sudah ada lebih dari 3.000 calon siswa yang terdata secara nasional,” jelas Saifullah.

Ia menambahkan, saat ini Kementerian Sosial bersama Kementerian Pekerjaan Umum sedang menyiapkan studi kelayakan terhadap 53 titik lokasi yang telah ditindaklanjuti untuk renovasi dan 80 titik lain yang masih dalam tahap survei. Lokasi-lokasi ini akan menjadi bagian dari jaringan Sekolah Rakyat yang dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2025–2026.

Perekrutan kepala sekolah dan tenaga pendidik juga tengah berlangsung melalui Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), dengan prioritas pada kompetensi dan komitmen sosial. “Jika Taman Siswa dinyatakan layak setelah survei fisik dan administrasi, maka kerja sama akan dilanjutkan dengan skema penyelenggaraan yang disesuaikan,” tambahnya.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyambut baik rencana ini. Ia menilai kehadiran Sekolah Rakyat di kawasan Taman Siswa akan memperkuat semangat kota sebagai pusat pendidikan kebangsaan. “Taman Siswa punya sejarah panjang dalam pendidikan karakter. Kalau bisa dimaksimalkan untuk program sosial seperti ini, tentu akan sangat relevan,” ujar Hasto.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.