Tak Disangka! KAI Cuma Butuh Teknologi Ini buat Tekan Biaya Operasional hingga Ratusan Juta
📅 Minggu, 04 Mei 2025, 13:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Humas KAI
JAKARTA – Teknologi pengenalan wajah (face recognition) menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mengidentifikasi atau memverifikasi identitas seseorang melalui analisis karakteristik wajah mereka dari gambar atau video. Teknologi ini bekerja dengan cara membandingkan fitur wajah yang diidentifikasi dari gambar atau video dengan database gambar wajah yang sudah ada.
Teknologi ini juga digunakan dalam bidang lain seperti pemantauan kesehatan, pengelolaan identitas digital, dan bahkan dalam pemanfaatan forensik untuk identifikasi jenazah atau korban. Pemanfaatan teknologi ini turut mendorong efisiensi dalam operasional bisnis.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan mampu menghemat anggaran pembelian rol kertas tiket senilai Rp399.073.036 berkat penggunaan teknologi pengenalan wajah (face recognition) untuk proses boarding penumpang.
"Secara kumulatif sejak teknologi itu diluncurkan pada September 2022 hingga 30 April 2025, total pengguna mencapai 11.158.263 penumpang dan KAI telah menghemat pembelian 26.605 rol kertas tiket senilai Rp399.073.036," kata Vice President Public Relations KAI Anne Purba di Jakarta, Minggu (4/5).
Dia menyampaikan khusus Januari hingga April 2025, sebanyak 1.093.834 pelanggan telah menggunakan fasilitas teknologi pengenalan wajah di stasiun-stasiun KAI.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Selama Januari-April 2025, perusahaan menghemat pembelian 2.604 rol kertas tiket dengan nilai efisiensi mencapai Rp39.065.500 hanya dalam empat bulan," ujar Anne.
KAI terus menegaskan komitmennya dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) melalui digitalisasi layanan yang tak hanya praktis, tetapi juga ramah lingkungan. Salah satu langkah konkret yang berdampak langsung adalah pemanfaatan teknologi face recognition.
“Face recognition bukan sekadar inovasi, tapi bagian dari gerakan sadar lingkungan. Satu pemindaian wajah setara dengan satu cetakan tiket yang tidak perlu. Kalau dikalikan jutaan penumpang, dampaknya sangat nyata,” ujar Anne.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengurangan limbah kertas itu sejalan dengan tujuan SDGs poin 12 (Responsible Consumption and Production) serta mendukung pelestarian pohon sebagai bahan baku utama kertas.
Saat ini, sistem face recognition telah tersedia di 21 stasiun yang tersebar di berbagai daerah operasi KAI pertama Daop 1 Jakarta meliputi Gambir, Pasar Senen, Bekasi.
Kedua, Daop 2 Bandung meliputi Bandung, Kiaracondong; Daop 3 Cirebon yakni Cirebon; Daop 4 Semarang meliputi Semarang Tawang Bank Jateng, Semarang Poncol, Pekalongan, Tegal; Daop 5 Purwokerto meliputi Purwokerto, Kutoarjo
Daop 6 Yogyakarta meliputi Yogyakarta, Lempuyangan, Solo Balapan; Daop 7 Madiun yakni Madiun; Daop 8 Surabaya meliputi Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, Malang; Daop 9 Jember yakni Jember; dan Divre I Sumatera Utara yakni Medan.
Dengan fitur face recognition, pelanggan cukup memindai wajah di boarding gate, menggantikan pemeriksaan manual petugas serta menghilangkan kebutuhan mencetak tiket fisik untuk kemudahan dan efisiensi.
KAI menjamin keamanan data pengguna dengan sistem berstandar ISO 27001, dan menyimpan data nama, NIK, serta foto maksimal satu tahun yang dapat dihapus otomatis atau atas permintaan pelanggan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!