Jepang Protes Tiongkok Langgar Wilayah Udara di Dekat Pulau Sengketa

Minggu, 04 Mei 2025, 15:15 WIB

TOKYO - Tokyo mengajukan protes terhadap Beijing setelah sebuah helikopter Tiongkok "melanggar" wilayah udara Jepang dan empat kapal memasuki perairan teritorialnya di sekitar pulau yang disengketakan.

Kepulauan di Laut Tiongkok Timur - yang dikenal sebagai Diaoyu di Tiongkok dan Senkaku di Jepang - diklaim oleh Beijing tetapi dikelola oleh Tokyo dan kerap menjadi titik panas dalam ketegangan hubungan kedua negara.

Ket. Foto: Kapal patroli Penjaga Pantai Jepang melihat helikopter terbang di atas perairan teritorial selama sekitar 15 menit, mendorong Pasukan Bela Diri Udara mengerahkan dua jet tempur. — Sumber: Kyodo News

Kementerian Luar Negeri Jepang mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Sabtu (3/5) malam bahwa wakil menterinya mengajukan "protes keras" kepada duta besar Tiongkok untuk Jepang "atas penyusupan empat kapal Penjaga Pantai Tiongkok ke perairan teritorial Jepang di sekitar Kepulauan Senkaku" pada hari yang sama. 

Wamenlu Jepang juga memprotes "pelanggaran wilayah udara teritorial Jepang oleh helikopter yang diluncurkan dari salah satu kapal Penjaga Pantai Tiongkok, dan mendesak (Tiongkok) untuk memastikan bahwa tindakan serupa tidak terulang".

Top of Form

Bottom of Form

Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan helikopter itu terbang di wilayah udara Jepang selama sekitar 15 menit pada hari Sabtu di dekat kepulauan Senkaku. 

"Pasukan Bela Diri merespons dengan mengerahkan jet tempur," kata kementerian tersebut.

Lembaga penyiaran publik NHK dan media lokal lainnya melaporkan bahwa ini adalah pertama kalinya helikopter pemerintah Tiongkok melanggar wilayah udara Jepang di lepas pulau yang disengketakan. 

Pada hari yang sama, penjaga pantai Tiongkok mengumumkan telah menggunakan helikopter untuk "mengusir" pesawat Jepang dari wilayah udara di sekitar kepulauan yang disengketakan. 

Liu Dejun, juru bicara penjaga pantai Tiongkok, mengatakan sebuah pesawat sipil Jepang "memasuki secara ilegal" wilayah udara kepulauan tersebut pada pukul 11.19 pagi waktu setempat dan kemudian pergi lima menit kemudian.

Beijing kerap kali mengumumkan pihaknya telah mengusir kapal dan pesawat Jepang dari kepulauan tersebut, tetapi sejumlah pejabat Jepang mengatakan kepada AFP bahwa otoritas Tiongkok terkadang mengumumkan pengusiran, padahal tidak ada yang terjadi.

Pejabat Jepang yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada media local, Beijing mungkin bereaksi terhadap pesawat sipil kecil Jepang yang terbang di dekat kepulauan tersebut.

Kapal patroli Tiongkok dan Jepang di Laut Tiongkok Timur secara rutin terlibat pertempuran berbahaya di sekitar pulau yang disengketakan. 

Ketegangan antara Tiongkok dan penggugat lain di sebagian Laut Tiongkok Timur dan Selatan mendorong Jepang untuk memperdalam hubungan dengan Filipina dan Amerika Serikat. 

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.