- Home
-
- Luar Negeri
-
- Raja Charles di Parlemen K...
Raja Charles di Parlemen Kanada: Prediksi Kebijakan dan Respons Isu Trump
Sabtu, 03 Mei 2025, 09:41 WIBKANADA - Sesi baru Parlemen Kanada dijadwalkan dibuka pada 27 Mei mendatang dengan sebuah momen bersejarah.
Raja Charles III akan hadir secara langsung untuk menyampaikan pidato pembukaan, sebuah tradisi yang terakhir kali dilakukan oleh Ratu Elizabeth II pada tahun 1977. Pengumuman ini disampaikan oleh Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, pada Jumat (2/5) kemarin.
Kunjungan Raja Charles dipandang oleh banyak pihak sebagai langkah strategis untuk mempertegas kedaulatan Kanada, terutama di tengah retorika agresif dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sebelumnya melontarkan wacana menjadikan Kanada sebagai "negara bagian ke-51" AS.
"Kunjungan Raja Charles akan menegaskan kedaulatan negara kita," tegas PM Carney dalam konferensi pers.
Ia menekankan bahwa Raja Charles adalah kepala negara tertinggi Kanada, mengingat status negara tersebut sebagai bekas koloni Inggris dan anggota Persemakmuran Bangsa-Bangsa.
Dr. Eleanor Vance, seorang pengamat politik dari Universitas Ottawa, berpendapat bahwa kehadiran Raja Charles memiliki makna simbolis yang kuat.
"Ini adalah demonstrasi visual dari identitas dan kemandirian Kanada di panggung global. Di tengah tantangan eksternal, momen ini menjadi pengingat akan akar sejarah dan sistem pemerintahan kita," ujarnya kepada awak media.
Dr. Vance juga memprediksi bahwa pidato Raja Charles kemungkinan akan menyoroti prioritas pemerintahan PM Carney yang baru terpilih.
"Setelah pemilu yang baru saja usai, pidato dari takhta akan menjadi penanda arah kebijakan pemerintah untuk beberapa tahun ke depan. Fokus pada pembangunan ekonomi yang kuat dan upaya menghadapi tekanan dari AS kemungkinan besar akan menjadi poin utama," terangnya.
Sementara itu, Johnathan Davies, seorang analis kebijakan publik, menyoroti antisipasi publik terhadap respons Raja Charles terkait pernyataan kontroversial Presiden Trump.
"Meskipun monarki konstitusional Kanada umumnya menghindari komentar politik langsung, banyak yang akan memperhatikan apakah ada pesan subtil atau penegasan nilai-nilai Kanada yang secara implisit menanggapi isu tersebut," katanya.
Istana Buckingham dalam pernyataan tertulisnya mengonfirmasi kehadiran Raja Charles, didampingi oleh sang Ratu, dalam upacara pembukaan parlemen di Ottawa.
Pidato Raja Charles diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai agenda pemerintahan Kanada di tengah dinamika politik regional dan global yang semakin kompleks. Momen ini tidak hanya bersejarah namun juga sarat akan harapan dan antisipasi terhadap arah kebijakan Kanada ke depan.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Yuniar Dwi Setiawati
Berita Terkait:
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
Trump Minta Juru Runding AS Tidak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
-
Trump akan Bicara dengan Pemimpin Taiwan Pasca Kunjungan ke Beijing
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Trump akan Tampil di Paspor Edisi Terbatas Ulang Tahun AS ke-250
-
Trump dan Xi Jinping Gelar Pertemuan di Beijing
-
Trump Ancam Naikkan Tarif Jika Inggris Tak Hapus Pajak Layanan Digital
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.