- Home
-
- Perspektif
-
- Kampus Harus Jadi Simbol P...
Kampus Harus Jadi Simbol Pemikiran, Pusat Riset, dan Inovasi yang Memberi Dampak Nyata
Jumat, 02 Mei 2025, 00:00 WIBLangkah pemerintah untuk menjadikan kampus sebagai penopang pembangunan tampak amat serius, apalagi kini pendidikan tinggi di Indonesia dinaungi oleh kementerian tersendiri.Â
Untuk mengetahui program dan peran kampus dalam pembangunan, wartawan Koran Jakarta, Muhamad Ma'rup dan Fredrikus Wolgrabrink Sabini, berkesempatan mewawancarai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Profesor Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. dalam beberapa kesempatan.
Berikut petikan wawancaranya.
Apa pentingnya perguruan tinggi untuk berkolaborasi?
Dalam mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045 perlu dibentuk ekosistem dan seluruh komponen masyarakat yang berambisi dengan berbagai kemajuan, karena tidak ada negara besar yang tidak memproduksi sesuatu.
Nah, inilah saatnya kita mengalami kebangkitan industri! Kita perlu ambisi-ambisi yang besar untuk bisa bersaing dengan negara lain. Industri di Indonesia masih banyak industri yang sifatnya trading, sehingga harus bergeser menjadi industri yang lebih produktif sehingga mampu menjadi keunggulan bangsa Indonesia.
Negara yang memiliki industri besar harus ditopang dengan kemampuan memproduksi sesuatu dan kapasitas produksinya juga harus bertaraf internasional. Sudah saatnya dunia industri juga harus terjun dan bekerja sama dengan pendidikan tinggi untuk berkolaborasi menghasilkan berbagai kebaruan.
Banyaknya jumlah mahasiswa, dosen, dan peneliti di Indonesia saat ini adalah aset tempat terjadinya pengembangan sumber daya manusia dan tempat terjadinya riset-riset yang bisa dilakukan, dimana dunia industri adalah lokomotif-lokomotif dalam melakukan riset dan inovasi yang bisa melibatkan aset-aset tersebut.
Jadi, kami mendorong sebenarnya pendidikan tinggi, universitas, kampus itu harus punya dampak. Jadi kita sangat menunggu, kita sangat terbuka, para industri-industri yang memerlukan riset-riset, kajian-kajian, kita punya begitu banyak kampus-kampus yang siap mendukung untuk melakukan riset-riset inovasi dan pengembangan sumber daya manusia.
Apa langkah strategis terkait kolaborasi ini ke depannya?
Ke depan kami membuka peluang kerja sama dengan berbagai sektor industri untuk kolaborasi dalam berbagai riset dan inovasi untuk menuju Indonesia Emas 2045 dan membangun iklim kampus berdampak di seluruh perguruan tinggi di Indonesia.
Selain itu Kemdiktisaintek juga mendukung berbagai upaya dalam memperkuat kolaborasi dan sinergi antar pelaku maritim serta mengakselerasi proses industrialisasi nasional, khususnya di sektor kemaritiman.
Bagaimana peran kampus di tengah banyaknya tantangan global?
Kita hidup di tengah tantangan besar saat ini, dari perubahan iklim, tantangan kesehatan, ekonomi global yang berubah cepat, hingga dinamika geopolitik. Setiap negara perlu memiliki strategi yang kuat. Indonesia harus bersiap dengan membangun kekuatan sains dan teknologi di perguruan tinggi.
Keinginan Presiden RI, Prabowo Subianto, bahwa Indonesia mampu sejajar dengan negara-negara maju. Salah satu indikator utamanya, adalah pendapatan per kapita dan pemerataan kesejahteraan.
Untuk mencapainya, budaya ilmiah dan teknologi harus tertanam kuat di kampus dan kampus pun harus menjadi simbol pemikiran, pusat riset, dan inovasi, yang bisa memberi dampak nyata.
Bagaimana dengan peran kampus terhadap ekosistem riset?
Penting mendorong peran kampus dalam memperkuat ekosistem riset dan pengembangan. Kalau riset ini berjalan sedikit demi sedikit, dampaknya akan sangat besar. Kampus harus menjadi tempat dimana dosen sibuk meneliti dan riset mereka berkontribusi bagi industri maupun masyarakat.
Semua itu yang akan kami dorong lewat program Kampus Berdampak. Sebab, penting membuka akses ilmu pengetahuan lebih luas bagi masyarakat.
Bagaimana dengan riset oleh perguruan tinggi?
Saya mendorong semua perguruan tinggi menggeliatkan budaya riset. Ketika riset bergulir dengan baik, tentu akan memberikan dampak positif bagi daerah.
Kampus harus bertanggung jawab atas bagaimana masyarakat di sekitarnya senang dengan pengetahuan, sains dan teknologi. Kampus pun dituntut mampu meningkatkan minat baca hingga menularkan penguasaan sains dan teknologi kepada mahasiswa agar menjadi generasi hebat di masa mendatang.
Sesuai pesan Bapak Presiden Prabowo, bahwa bangsa yang menguasai sains dan teknologi akan menjadi bangsa yang maju dan berdaya saing di tingkat global.
Jika banyak dosen yang banyak melakukan penelitian, maka hal itu menjadi salah satu indikator bahwa budaya ilmiah itu ada.
Bagaimana Anda menanggapi polemik kehadiran personel TNI di sejumlah kampus yang belakangan disorot publik?
Kampus tempat yang terbuka untuk melakukan kerja sama dengan berbagai pihak dalam riset inovasi. Kalau dari kami, dalam konteks kerja sama penelitian, kerja sama kuliah akademik, mengisi materi, dan sebagainya, tentu kampus itu adalah tempat yang terbuka dan sudah banyak berjalan sebenarnya.
Mitra kampus tidak hanya dari kalangan TNI ataupun industri, melainkan semua pihak juga dapat terlibat dalam proses pengajaran dan penelitian. Jadi sekali lagi dalam konteks itu, Kemdiktisaintek menyampaikan kampus itu tempat terbuka, karena justru dengan keterbukaan, dengan kerja sama berbagai pihak, permasalahan-permasalahan untuk riset inovasi menjadi lebih luas.
Pada dasarnya banyak kebutuhan untuk aspek pertahanan, khususnya untuk wilayah 3T yang membutuhkan terobosan teknologi pertahanan. Oleh karena itu, sinergi antara kampus dengan Pindad yang erat berkaitan dengan TNI, diharapkan dapat menghasilkan produk inovasi dalam industri senjata guna mendukung pelaksanaan pertahanan di Indonesia.
Bagaimana menurut Anda upaya mengatasi masalah pendidikan di daerah 3T (daerah terluar, terdepan dan tertinggal?
Investasi pendidikan adalah investasi yang paling strategis, apalagi pendidikan tinggi. Keunggulan sains dan teknologi harus ditingkatkan 10 hingga 12 kali lipat untuk mengejar kemajuan daerah. Ini bukan hanya kebijakan, tapi bentuk cinta kepada masa depan bangsa.
Kami juga mendorong agar kampus bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sehingga selain membantu masyarakat juga dapat berkontribusi bagi pemerintah daerah.
Sesuai perintah Presiden Prabowo, Indonesia harus menjadi negara maju seperti negara lain. Selain itu juga presiden menginginkan agar ada pemerataan pembangunan.
Sejauh mana peran kampus mendorong kemajuan daerah?
Kami yakin banyak hal yang perlu dikembangkan dari kampus-kampus daerah. Justru kampus di daerah memegang peranan penting untuk membawa perubahan nyata bagi masyarakat sekitar.
Untuk itu mulai 2 Mei mendatang, Kemdiktisaintek berencana meluncurkan jargon Diktisaintek Berdampak, sebuah semangat baru untuk memastikan seluruh insan pendidikan tinggi dapat memberikan kontribusi langsung, termasuk kampus di daerah, terhadap kemajuan wilayah sekitarnya.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, Kemdiktisaintek mengajak pemerintah daerah (pemda) untuk bekerja sama dalam pelaksanaan program magang mahasiswa. Kami ingin mahasiswa terjun langsung mempelajari permasalahan daerah, berinteraksi dengan pembuat kebijakan, bahkan mendampingi kepala daerah agar mendapatkan wawasan baru yang relevan.
Selain itu kebijakan pendidikan tinggi harus menumbuhkan paradigma baru bahwa kampus tidak hanya sebagai pusat ilmu, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
Apakah kampus harus berdampak bagi masyarakat?
Amat penting peran perguruan tinggi sebagai kampus yang berdampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah. Kampus tidak hanya menjadi tempat belajar, tapi juga pusat ilmu, solusi, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Konsep kampus berdampak harus menjadi identitas semua perguruan tinggi di Indonesia, di mana kampus harus mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks, mulai dari krisis iklim, disrupsi teknologi, hingga dominasi kecerdasan buatan.
Hanya dengan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi, bangsa ini bisa melesat menjadi negara maju.
Kampus tidak boleh menutup diri. Saya sangat senang melihat kampus ini tanpa gerbang, simbol bahwa masyarakat bisa ikut merasakan manfaat dari kehadiran perguruan tinggi
Kami pun mengajak semua perguruan tinggi untuk memperkuat budaya ilmiah dan kolaborasi, baik dengan pemerintah daerah, industri, maupun antarkampus.
Kampus tidak hanya sebagai tempat mengajar dan riset, tetapi harus bertransformasi menjadi pusat dampak sosial dan ekonomi triple helix yang sesungguhnya. Kampus pun harus jadi lokomotif perubahan.
Jadikan riset tidak sekadar jurnal, tapi produk yang bermanfaat. Mari kita jadikan semua ini sebagai semangat bersama untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju.
Bagaimana komitmen Anda meningkatkan kualitas SDM?
Komitmen Kemdiktisaintek adalah memperkuat kapasitas sumber daya manusia unggul serta pengembangan riset dan inovasi berbasis energi dalam arah kebijakan nasional. Kemdiktisaintek memastikan SDM unggul di sektor energi dapat tumbuh, serta riset dan inovasi dapat diarahkan secara tepat untuk mendukung industri energi yang tengah berjalan.
Kami memiliki kepentingan untuk membangun riset di kampus-kampus agar benar-benar mendukung target energi nasional dan kami siap berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan arah riset ini relevan dan berdampak.
Apa pentingnya pendidikan antikorupsi bagi mahasiswa?
Kami berkomitmen menyelenggarakan pendidikan antikorupsi sebagai langkah pencegahan korupsi dan membangun generasi yang berintegritas.
Kesadaran berperilaku jujur, menjauhi kecurangan, dan integritas, masih sangat perlu untuk dikembangkan. Sifat-sifat ini harusnya mendasari pertumbuhan kapasitas lainnya bagi anak dan remaja, terutama dalam pendidikan.
Kami mengapresiasi terhadap inisiatif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk merencanakan pendidikan antikorupsi di semua jenjang pendidikan, termasuk perguruan tinggi dalam bentuk Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK).Â
Bagaimana pandangan Anda terkait mahasiswa RI di luar negeri?
Saya mengajak seluruh mahasiswa Indonesia di luar negeri untuk berperan menjadi duta ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) negara. Mahasiswa Indonesia di luar negeri dapat berperan sebagai penghubung kerja sama antara Indonesia dan universitas-universitas dunia, membuka jalan untuk kolaborasi riset, serta menjadi penyebar informasi tentang potensi Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Saham Asia Menguat, Harga Minyak Mentah Turun karena Harapan akan Kesepakatan Damai Masih Ada
-
Gerakan Ayo Bersepeda Diluncurkan Bupati Gowa, ASN Diajak Kurangi Kemacetan
-
Penertiban Penjual Petasan di Malam Ramadan
-
Jelang Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 8 Surabaya Lakukan Simulasi Tanggap Darurat
-
Kecelakaan kerja proyek rehab dermaga di Pelabuhan Dumai
-
Mengubah Kebiasaan "screen time" Menjadi "green time"
-
Pengamat: Buruknya Kualitas Lapangan Kerja RI karena Tingkat Pendidikan yang Rendah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.