BKPM Pastikan Investasi di RI Beri Dampak Positif bagi Industri Lokal
Jumat, 02 Mei 2025, 01:00 WIBJakarta - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memastikan investasi yang ditanamkan di Indonesia memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan memajukan industri domestik.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu dalam pernyataan di Jakarta, Kamis (1/5) menyatakan pemerintah berkomitmen memberikan dukungan terhadap investor yang telah berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, sehingga bisnisnya bisa terus berkembang.
"Pemerintah hadir untuk memastikan bahwa investasi yang telah ditanamkan benar-benar mendapat dukungan agar berkembang dan berkelanjutan. Kami memberikan perhatian serius kepada para investor yang telah menunjukkan dampak positif terhadap perekonomian, khususnya di wilayah tempat mereka beroperasi,â ujar Wakil Menteri Todotua.
Seperti dikutip dari Antara, menurut Todotua, hal ini juga merupakan bagian dari strategi pihaknya untuk tidak hanya menarik investasi baru, tetapi memberikan fasilitas dan dukungan penuh kepada investor yang sudah ada, serta telah membuktikan kontribusinya melalui penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, dan penguatan industri lokal.
BKPM juga memastikan bahwa kerja sama antara investor asing dan pelaku industri dalam negeri dilakukan secara adil dan berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan investasi tidak hanya memperkuat ekonomi nasional, tetapi juga mendorong kemandirian dan daya saing industri lokal.
Teknologi Terbaru
Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyatakan pengembangan proyek ekosistem baterai kendaraan listrik (Electric vehicle/EV) di Indonesia dengan perusahaan asal Tiongkok, Huayou menggunakan teknologi terbaru.
"Dengan Huayou ini tentunya kita juga ingin memastikan bahwa investasi ini mempergunakan teknologi yang paling update," kata dia.
Disampaikan dia, dalam proyek yang dinamai Grand Package ini teknologi yang digunakan untuk membuat baterai kendaraan listrik tak hanya terbaru, melainkan juga yang paling modern.
Lebih lanjut, Rosan menyampaikan, nantinya dalam proses produksi baterai kendaraan listrik ini, bahan baku yang digunakan lebih banyak berasal dari industri domestik.
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Gubernur Papua Minta Pembinaan Ketat Cegah Penebangan Liar di Wilayah
-
Kemenhub Berangkatkan Peserta Arus Balik Mudik Gratis dari Jawa dan Sumatera
-
Christopher Rungkat/Rifqi Fitriadi Juara Ganda ITF M15 Kuala Lumpur
-
Honor Guru Paruh Waktu di Persimpangan, Bandung Dorong Reformulasi Aturan Dana BOSP Nasional
-
Investasi Indonesia Masih Bertumpu pada SDA
-
Presiden Prabowo Matangkan Transformasi Industri Tekstil hingga Chip
-
Ahli Bencana ITS Soroti Fenomena Tanah Bergerak di Sejumlah Daerah Berpotensi Longsor
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.