Bawaslu DIY Sepakat Pentingnya Jeda Waktu antara Pemilu dan Pilkada demi Jaga Kualitas dan Tumpang Tindih Pelaksanaan Pemilihan
Jumat, 02 Mei 2025, 03:06 WIBYOGYAKARTA â Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sependapat dengan usulan KPU RI yang menilai pentingnya ada jeda waktu yang cukup antara pelaksanaan Pemilu dan Pilkada.
âKami sependapat dan sepakat dengan usulan Ketua KPU RI Afifuddin mengenai perlunya jeda antara tahapan Pemilu dan Pilkada,â kata Ketua Bawaslu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Mohammad Najib di Yogyakarta, kemarin.
Menurut dia, hal tersebut penting untuk menjaga kualitas pelaksanaan serta menghindari tumpang tindih yang menyulitkan, khususnya bagi pelaksana pemilihan. âBeban kerja yang tinggi dan jadwal yang berdekatan membuat proses demokrasi menjadi tidak ideal,â katanya.
Ia mengusulkan pengelompokan ulang jenis pemilu agar lebih proporsional, seperti membedakan antara Pemilu Legislatif dan Pemilu eksekutif, dimana pemilihan DPR, DPD, dan DPRD dilakukan dalam satu periode, sementara pemilihan presiden, gubernur, dan bupati/wali kota dilakukan dalam periode lainnya.
âAlternatif kedua adalah membagi pelaksanaan antara Pemilu Nasional yakni pemilihan DPR RI, DPD RI dan Presiden serta Pemilu Lokal yakni pemilihan DPRD, Gubernur, Bupati/Walikota, sehingga distribusi beban kerja dan tahapan menjadi lebih seimbang,â katanya.
Najib mengatakan, idealnya, jarak antar dua pemilu itu dua tahun, dengan begitu KPU dan Bawaslu punya ruang untuk evaluasi dan merumuskan perbaikan. âMelaksanakan Pemilu dan Pilkada dalam tahun yang sama tidak saja membuat KPU dan Bawaslu tidak cukup punya waktu untukmengelola siklus pemilu secara wajar,â katanya.
Pada saat yang sama, katanya, partai politik dan peserta pemilu untuk pemilu berikutnya (Pilkada) juga tidak cukup waktu untuk melakukan konsolidasi dan mempersiapkan diri dengan baik.
Sebelumnya Ketua KPU Afifuddin menyoroti kepadatan jadwal Pemilu 2024 yang disebutnya sebagai pemilu paling rumit dalam sejarah Indonesia, bahkan mungkin dunia.
Menurut Afifudin, beban KPU saat ini seperti menjalani âdouble burdenâ, karena belum rampung tahapan Pemilu legislatif dan presiden, sudah harus bersiap menghadapi Pilkada. âKalau bisa ada jeda waktu, karena kemarin itu beririsan banget. Belum selesai tahapan pemilu, kita sudah bersiap pilkada,â kata Afifuddin. Ant/S-2
Berita Terkait:
-
Kementrans dan Kemenpar Jadikan Kawasan Barelang Kawasan Wisata Bahari Berbasis Kearifan Lokal
-
Harga Emas UBS, Antam, dan Galeri24 di Pegadaian Turun pada Jumat Pagi
-
Junta Ancam Tuntut Ratusan Orang atas Sabotase Pemilu
-
Negara Kuasai Kembali 321 Hektare Tambang Ilegal dari dari PT Weda Bay Nickel di Maluku Utara dan PT Tonia Mitra Sejahtera di Sulawesi Tenggara.
-
Kabar Baik bagi Pelaku Usaha, Bank Himbara Siap Hapus Piutang Sejuta UMKM
-
Kemensos Tertibkan Panti Asuhan Fiktif
-
‘Homosapiens Park’ di Magelang jadi Destinasi Wisata Alam Edukasi Alternatif
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.